Connect with us

Pemerintahan

Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya Beberkan Capaian Kinerja Di Penghujung Tahun 2022

Published

on

Basudewa – Surabaya, Di penghujung tahun 2022 Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, sampaikan Capaian kinerja. Capaian kinerja tersebut, disampaikan langsung oleh, Kepala Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Aji Kalbu Pribadi di depan para awak media diruang media center.

Adapun, beberapa capaian kinerja yang disampaikan, yakni, realisasi penerimaan negara bukan pajak sebesar 1 Milyard.

Capaian kinerja lainnya, yakni, pendapatan penjualan barang rampasan, pendapatan denda dari pelanggaran lalulintas, pendapatan dari denda tindak pidana umum, korupsi maupun dari sitaan pidana lain lain.

Hal lainnya, juga disampaikan penangkapan terpidana buronan korupsi di BUMN, Jaksa masuk sekolah juga Jaksa membangun progres rumah rehabilitasi.

Lebih lanjut, terkait progres rumah rehabilitasi didasari atas pihaknya, saat melakukan kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Medaeng.

” Para penghuni lapas Medaeng, hampir 80 persen adalah penyalah guna narkoba,” ungkapnya.

Menyadari hal demikian, pihaknya, berupaya menggandeng para stakeholder khususnya, Walikota Surabaya.

” Upaya kami, sejauh ini, masih dalam penggodokan guna merealisasikannya,” ujar Aji Kalbu Pribadi.

Sedangkan, pihak Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, juga menyampaikan, pencapaian terkait, penangkapan terpidana atas nama Imam Santoso dan Hendra Sihombing.

Kegiatan lainnya, yaitu, pihak Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, masuk sekolah, Jaksa menyapa pun, adalah bentuk capaian kinerja selama 2022.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2022, pihak Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, dalam penanganan perkara narkoba melalui tuntutan rehabilitasi sebanyak 4 perkara.

Terkait, kegunaan rumah Restorative Justice (RJ) yakni, guna mediasi antara keluarga korban dan pelaku.

Tidak hanya itu, rumah RJ juga dimanfaatkan, untuk penyuluhan hukum kepada para mahasiswa dan masyarakat secara umum.

Terkait, penyelamatan kerugian uang negara pihaknya,telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar 2 Milyard atas perkara pemberian kredit KPR oleh, Bank Mandiri area surabaya kepada Erik Kurniawan dengan kerugian negara 3,5 Milyard.   MET.

 

Pemerintahan

Sekretaris Camat Gunung Anyar Keukeuh Tak Berkenan Rapat Keluhan Warga Terkait Laik Jalan Di Input Jurnalis

Published

on

Basudewa – Surabaya, Keluhan warga Gunung Anyar Tambak khususnya, RT 6 RW 01 Kelurahan Gunung Anyar Tambak Kecamatan Gunung Anyar Surabaya, terkait jalan yang kerap dilewati truck Molen difasilitasi dengan pertemuan rapat para pihak terkait.

Rapat para pihak terkait, difasilitasi Camat Gunung Anyar Surabaya, pada Kamis (12/10/2023).

Adapun, beberapa pihak terkait dalam rapat tampak, yaitu, Bakesbang, Dinas Perumahan Rakyat, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Bagian Hukum , Danramil Rungkut, Kapolsek Gunung Anyar, Lurah Gunung Anyar Tambak, LPMK, Kepala Trantib, Ketua RW 1, Ketua RT 06 Gunung Anyar Tambak, Pimpinan PT. Catur, PT. Graha Abdael Sukses.

Sebelum rapat dimulai, Sekretaris Camat menyampaikan, mewakili Camat yang berhalangan hadir karena ada agenda lain.

Tampak Truck Molen Kerap Melintasi Akses Jalan Perkampungan Warga Gunung Anyar Tambak Surabaya..

Tatkala, akan dimulai agenda rapat tersebut, Sekretaris Camat Gunung Anyar Surabaya, tidak memberi izin giat rapat di input jurnalis.

Bahkan, salah satu Satpol PP yang berada di sebelah Sekretariat Camat pun, turut komentar berupa, dari mana mas ?.
apa kenal jurnalis …. menyebut nama media besar harian yang ada di Surabaya.

Ada apa ?, giat rapat pertemuan beberapa pihak, keluhan warga terkait jalan yang kerap dilewati truk Molen, pihak Sekretaris Camat membatasi akses keterbukaan publik dengan tidak memberi izin jurnalis.

Usai rapat pun, Sekretaris Camat saat ditemui, apa hasil dari rapat tersebut, hanya mengarahkan Jurnalis untuk meng-input Resume rapat dengan alasan sedang buru buru akan ada pertemuan lain.

Salah satu RT 06 Gunung Anyar Tambak, Dwi Hariyanti dan beberapa warga saat ditemui, usai rapat, menyampaikan, bahwa rapat masih belum menghasilkan kebijakan maupun putusan.

Lebih lanjut, Dwi Hariyanti, mengatakan, pihak Dinas Perhubungan Surabaya, masih belum bisa menentukan klasifikasi jalan yang menjadi akses truk Molen.

Sementara salah satu warga, yang namanya, tidak mau disebutkan, mengatakan, kurang puas atas rapat yang di fasilitasi Camat Gunung Anyar.

” Saya kurang puas mas !, unek unek kami tidak bisa disampaikan secara langsung di rapat namun, harus disalurkan ke Ketua RT 06 yang kemudian disampaikan oleh RT ,” ungkapnya.

Untuk diketahui, warga Gunung Anyar Tambak RT 06 RW 1 Gunung Anyar Tambak Surabaya, mengeluh akses jalan di kampungnya, kerap dilewati truck Molen.

Dampak, lalu lalang truck Molen, akses jalan di kampung rusak dan ketika truck Molen melintasi selendang jalan rumah warga sekitar terasa bergetar.

Dampak tersebut, beberapa warga mengadu ke Ketua RT 06 Gunung Anyar Tambak Surabaya. Dari keluhan warga Dwi Hariyanti selaku, Ketua RT 06 melayangkan surat ke beberapa pihak terkait.

Atas surat yang telah dilayangkan, Camat Gunung Anyar Surabaya, memfasilitasi rapat pertemuan.

Melalui, informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, dalam rapat pihak Dinas Perhubungan masih belum bisa menentukan klasifikasi jalan yang kerap dilewati truck Molen hingga beberapa warga RT 06 tidak puas atas hasil rapat tersebut.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending