Connect with us

Daerah

Eric Cahyadi Beri Bantuan Ke Bupati Sidoarjo Untuk Warga Korban Puting Beliung

Published

on

Basudewa – Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, menjadi salah satu daerah di Jawa Timur, yang mengalami bencana alam. Bencana tersebut, terjadi pada Minggu kemarin, (23/10/2022),.

Bencana, berupa, angin puting beliung menerjang beberapa Desa di Kabupaten Sidoarjo. Berbagai bencana juga terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur lainnya.

Selain Sidoarjo, juga terjadi di Pacitan, Trenggalek, Malang dan Blitar. Faktor perubahan cuaca yang ditandai dengan hujan deras dan angin kencang menyebabkan, terjadinya angin puting beliung.

Desa Sidokepung serta Desa Entalsewu Kecamatan Buduran menjadi beberapa Desa yang terkena musibah angin puting beliung. Banyak bangunan rumah yang mengalami kerusakan.

Atas bencana ini, bantuan sudah diturunkan, Pemkab Sidoarjo. Pos tanggap bencana dan dapur umum bagi korban bencana sudah didirikan. Pemkab Sidoarjo bersama warga kemarin juga bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah.

Musibah bencana alam itu, memantik rasa iba Pemkot Surabaya, yakni, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyerahkan bantuan kepada Bupati Sidoarjo, H. Ahmad Muhdlor Adi pendopo Delta Wibawa, pada Selasa (25/10/2022).

Bantuan yang diberikan, yaitu, selimut, bantal, sprei, pakaian kering, peralatan mandi, kasur lipat serta sembako yang diterima Bupati Sidoarjo, Gus Muhdlor.

Bantuan itu, akan segera diserahkan kepada warga terdampak bencana angin puting beliung yang menerpa seperti Desa Sidokepung serta Entalsewu maupun warga Desa yang terdampak bencana.

Disela-sela, penerimaan bantuan, Gus Muhdlor, mengucapkan, banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Surabaya atas bantuan yang dikirimkan untuk para korban bencana.

Diharapkan, dengan dengan adanya, bantuan tersebut, semua kebutuhan yang diperlukan warga terdampak dapat tercover semua.

“ Terima kasih atas atensi yang diberikan untuk kami, sinergitas ini, yang didambakan oleh daerah lain, yang jelas ini jangan dilihat dari nilainya tapi yang dilihat bagaimana kolaborasinya untuk saling bantu membantu daerah lain untuk meminimalisir dari dampak bencana yang ada ,” ucap Gus Muhdlor.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyatakan, bahwa apa yang dilakukan Pemkot Surabay, adalah bentuk sinergi antar daerah di Jawa Timur.

Masih menurut, Eri Cahyadi, bahwa selama ia dan Kepala Daerah di Jatim sering berkomunikasi. Salah satunya, dengan Kepala Daerah Sidoarjo,Gus Muhdlor yang wilayahnya, sekarang tertimpa musibah bencana alam angin puting beliung.

“ Saya dapat kabar kalau Sidoarjo dapat musibah puting beliung, maka saya langsung kontak ke Gus Muhdlor tentang apa yang paling dibutuhkan, untuk korban ,” ucap Walkot Surabaya Eri.

Eri Cahyadi berharap, bantuan tersebut, dapat membantu meringankan kebutuhan pokok para korban bencana.

Pemkot Surabaya juga siap mengirimkan bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) apabila dibutuhkan untuk membantu korban bencana alam di beberapa daerah di Jawa Timur.    ZP.

Daerah

Pemda MBD Dan DPRD Diminta Segera Perbaiki Infrastruktur Yang Rusak Pasca Gempa Dan Banjir

Published

on

Basudewa – MBD, Pasca Gempa dan Banjir yang melanda Desa Rotnama beberapa hari lalu yang mengakibatkan kerusakan terhadap Infrastruktur di Desa tersebut, sehingga Pemerintah Daerah Maluku Barat Daya dan DPRD diminta secepatnya membangun kembali sarana prasarana yang telah hancur seperti Jembatan, Drainase maupun Tanggul.

Kepala Desa Rotnama, Terpianus Hadulu, melalui, layanan pesan WhatsApp, pada (26/01/2023) mengatakan, saya berharap, Pemda dan DPRD Kabupaten Maluku Barat Daya,segera memperbaiki Infrastruktur di Desa kami yang telah hancur pasca Gempa dan Banjir yang melanda Desa Rotnama pada beberapa hari terakhir.

Masih menurutnya, Desa kami di kelilingi oleh, dua buah sungai jadi perlu di bangun tanggul dan jembatan secepatnya.

” Pihaknya, berharap, peran Pemda dan PRD Kabupaten MBD guna melakukan perbaikan infrastruktur, sebab kalau tidak maka kalau curah hujan yang deras maka akan terjadi banjir karena kedua sungai tersebut, meluap ,” paparnya.

Sementara, pekerjaan Drainase yang baru dikerjakan kampung (Desa) dengan ukuran 200 meter,baru saja di kerjakan 110 meter pada tahun 2022, kemarin telah rusak walau sudah di perbaiki.

” Pasalnya, pekerjaan Drainase tersebut, diduga tidak sesuai spek maupun RAB. Sehingga, saat air sungai meluap masuk ke pemukiman warga Desa Rotnama ,” ungkap Kades,

Beta (saya ) kemarin sudah sampaikan, kepada Ketua Komisi A dan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat melakukan kunjungan di Desa kami,

Bahwa dua sungai tersebut, yang ada diantara kiri dan kanan Desa itu, tidak bisa bangun plat deker tapi harus bangun jembatan.

Lantaran, setiap turun hujan 2-3 hari air akan meluap maka akan terjadi banjir merendam rumah warga desa kami.

” Saya berharap, Pemda dan DPRD jangan sebatas lihat saja tetapi segera dikerjakan sehingga ke depan tidak lagi terjadi banjir seperti yang terjadi pada hari kemarin ,” pungkasnya.            Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending