Connect with us

Hukrim

Jaksa Kejati Jatim Farida Hariani Tuntut  2 Bulan Penjara Ke Barnas Pelaku Pupuk Oplosan Subsidi

Published

on

Badudewa – Surabaya, Barnas salah satu pelaku pupuk subsidi oplosan yang ditetapkan sebagai terdakwa namun, tidak dilakukan penahanan terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan Sang Pengadil di meja hijau.

Tuntutan 2 bulan bagi Barnas pelaku oplosan pupuk subsidi program Pemerintah tersebut, diketahui pada laman SIPP PN Surabaya.

Dari laman tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Farida Hariani, menjatuhkan tuntutan 2 bulan lantaran menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ekonomi.

Sebagaimana yang diatur dalam pasal Pasal 1 Sub 3e Juncto Pasal 6 ayat (1) huruf  d Juncto ayat (2) Undang Undang Darurat nomor 7 tahun 1955 tentang Tindak Pidana Ekonomi Juncto Pasal 1 huruf c Juncto pasal 8 ayat (1) Perppu Nomor 8 Tahun 1962 tentang Perdagangan Barang-Barang Dalam Pengawasan Juncto Pasal 2 ayat (1) Peraturan Presiden No. 77 Tahun 2005 Juncto Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2011 Juncto Pasal 21 ayat (2) Juncto Pasal 30 ayat (3) Permendag No : 15/M-DAG/PER/4/2013 Juncto Permentan Nomor 41 Tahun 2021 tentang penetapan alokasi dan harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian

” Menjatuhkan pidana kurungan terhadap Barnas (terdakwa) selama  2 Bulan dengan perintah agar terdakwa ditahan serta menetapkan terdakwa agar membayar biaya perkara sebesar 5 Ribu , ” ucapnya.

Selain itu, JPU menetapkan barang bukti berupa, 90 Ton pupuk subsidi jenis NPK Phonska, 37 Ton pupuk Jenis NPK Kebomas 15-15-15, 3 rol benang, 1 mesin jahit, 5 kemasan kosong sak merk Kebomas, 5 kemasan kosong sak merk Phonska dan 3 nota penjualan pupuk guna dirampas untuk dimusnahkan.   MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending