Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum Bechi Tiru Ucapan Saksi Yakni, Korban Sudah Pernah Berhubungan Intim

Published

on

Basudewa – Surabaya, Penasehat Hukum Moch Subechi Azal Tsani alias Mas Bechi, Gede Pasek Suardika, usai sidang, membeberkan, keterangan salah satu saksi yang menyebut, korban diketahui sudah pernah berhubungan intim dengan orang lain.

Perihal, korban sudah pernah berhubungan intim dengan orang lain, diungkapkan, di persidangan, saat agenda menghadirkan 4 orang saksi pada Kamis (22/9/2022).

Usai Sidang, Penasehat Hukum terdakwa, Gede Pasek Suardika, mengatakan, dalam sidang dengan mendengarkan, keterangan 4 orang saksi itu, dirinya, dibuat terkejut atas keterangan satu orang saksi.

Adapun, keterangan yang mengejutkan dirinya sebagai Penasehat Hukum terdakwa yakni, mengetahui korban sebelumnya, pernah berhubungan intim dengan orang lain.

” Saksi bilang, ada bukti autentiknya, dilihat oleh, Majelis Hakim, JPU, dan Penasehat Hukum terdakwa. Ada juga pengakuan, dari yang diajak berhubungan (intim) dan teman baik korban juga. Kami berpijak pada kesaksian, ke empat saksi itu, tadi sudah meratakan semua dakwaan JPU,” ujarnya.

Ia menambahkan, soal keterangan ini, saksi menyebut ada fakta komunikasi via inbox di media sosial yang dibuka di depan persidangan. Komunikasi soal hubungan intim itu, disebutnya terjadi pada 2014 lalu.

Jika melihat time line-nya, maka hubungan tersebut, jauh terjadi sebelum laporan kasus asusila terhadap kliennya (MSAT).

” Fakta komunikasi via inbox di media sosial itu dibuka di depan persidangan. Komunikasi soal hubungan intim itu, terjadi pada 2014 lalu, jauh dari laporan korban yang terjadi pada 2018 ,” tegasnya.

Selain mengungkap masalah itu, pihaknya, juga melakukan protes soal meminta pada JPU dan Majelis Hakim agar menghadirkan, satu saksi yang ada dalam dakwaan.

Satu saksi ini, disebutnya, mengetahui, persis soal adanya, dugaan rekayasa kasus yang menjerat kliennya itu.

” Kami kecewa sejak awal hadir, saksi yang dibalik semua kasus ini, untuk mengungkap motif sudah dipanggil JPU, tapi tidak mau hadir dengan 3 alasan berupa, ada hubungan keluarga, sakit, dan karena dia juga membuat laporan polisi 2021 yang tidak ada kaitannya dengan kasus ini ,” paparnya.

Gede Pasek Suardika, menjelaskan, mengapa dirinya, memprotes kebijakan JPU yang tak mau menghadirkan saksi kunci itu. Karena saksi tersebut, dianggap bisa membuka motif kasus dugaan pencabulan MSAT yang disebut, hanya rekayasa.

” Kita ingin buka motifnya, karena saksi ini ada dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Majelis Hakim dan JPU sepakat tidak menghadirkan ,” imbuhnya.

Keberatan tidak hadirnya, satu saksi JPU itu, sudah diajukan secara lisan pada hari ini. Selanjutnya, pihaknya, memastikan akan mengajukan keberatan secara tertulis.

” Bahwa persidangan ini, tidak fokus mencari kebenaran materiil tapi sudah muncul upaya menutupi oknum tertentu agar tidak terungkap motifnya. Karena JPU dan Majelis Hakim sama-sama tidak mau hadirkan saksi itu padahal ada dalam BAP ,” tuturnya.

Selain masalah itu, pada kesaksian 4 orang saksi yang dihadirkannya, telah terungkap bahwa ada yang tidakk beres dalam masalah saksi kali ini.

” Yang menarik adalah kesaksian itu. Sebelum bersaksi, dia (salah satu saksi) didekati saksi yang lain, untuk memihak ke sana (korban) dan dijamin akan bisa dilindungi LPSK. Tidak hanya itu, dalam sidang juga dibuka percakapannya, yang bersangkutan (saksi) disebutkan, dan cerita bisa mengatur dengan Kejari Jombang, untuk tidak memanggil saksi walau ada dalam dakwaan. Faktanya memang saksi ini tidak mau dipanggil JPU walau ada dalam dakwaan,” ungkap Gede.

Gede Pasek Suardika, merasa, ada rekayasa struktural dalam hal tersebut. Meski begitu, pihaknya, menyatakan, cukup diuntungkan lantaran, ada saksi yang menolak permintaan tersebut.

Secara terpisah, saat dikonfirmasi, Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Tengku Firdaus, membenarkan, terkait tidak hadirnya satu saksi dalam surat dakwaan.

Ia menyebut, pihaknya, sudah melakukan pemanggilan, tapi saksi menolak dan mengundurkan diri.

“Kita sudah panggil yang bersangkutan tapi yang bersangkutan menyampaikan, tidak bersedia hadir karena yang pertama memang punya hubungan darah, yang kedua tidak bisa hadir karena alasan kesehatan. Dasarnya Pasal 168 KUHAP ,” pungkasnya.
MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending