Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum Terdakwa Minta Saksi BAP Dihadirkan Semua. JPU Anggap Saksi Sudah Mencukupi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang lanjutan, bagi Mas Bechi yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, kembali bergulir secara tertutup untuk umum, Kamis (8/9/2022).

Usai persidangan, Penasehat Hukum terdakwa, Gede Pasek Suardika, dihadapan para awak media, melontarkan protes terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jombang, Tengku Firdaus.

Lantaran, protes Penasehat Hukum terdakwa yakni, JPU hanya menghadirkan 16 dari 40 orang saksi yang digembar – gemborkan memberatkan terdakwa.

Protes ini pun, menurut Penasehat Hukum terdakwa, memantik Majelis Hakim dengan memerintahkan JPU agar menghadirkan, saksi yang ada dalam dakwaan dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Perihal diatas, diakui, Penasehat Hukum Mas Bechi, Gede Pasek Suardika, yang mengatakan, dalam sidang tertutup JPU menyatakan, menghentikan pengajuan saksi-saksi dari pihaknya.

Padahal, menurut Gede, dalam dakwaan kedua ada 6 orang saksi yang tercantum dalam BAP dan dakwaan, yang belum dihadirkan oleh JPU.

Ia menambahkan, pada dakwaan kedua JPU, menjelaskan, tentang peristiwa kedua yang dituduhkan pada kliennya. Jika tidak dihadirkan saksi-saksi tersebut, maka ia menganggap, JPU harusnya, mengakui, jika dakwaan kedua itu fiktif alias tidak pernah ada.

Dalam dakwaan kedua muncul cerita, katanya ada ancaman, menerima WA, dibonceng naik motor dan sebagainya. Nah !, saksi-saksi itu yang tidak dihadirkan meski tercantum dalam dakwaan.

” Karena tercantum, kami minta dihadirkan lewat Majelis Hakim, agar terang peristiwa itu (pencabulan) ada atau tidak dan Majelis Hakim mengabulkan agar JPU menghadirkan 6 saksi itu ,” pungkasnya.

Ia menambahkan, tugas dari JPU, Majelis Hakim dan Penasehat Hukum adalah menggali kebenaran fakta peristiwa.

Sehingga, menjadikan Pengadilan yang sebenarnya bukan peng – hakiman.
Dan alat bukti saksi terlebih yang disebutkan, dalam dakwaan menjadi sangat urgen untuk hadir kecuali JPU sendiri telah menyatakan dakwaannya memang lemah.

Diruang yang lain, JPU mengatakan, jika pada saat sidang, Penasehat Hukum mengajukan permohonan untuk menghadirkan saksi lagi di dalam surat dakwaan.

Akan tetapi, menurutnya, saksi saksi yang mengetahui fakta kejadian dianggap sudah mencukupi.

” Kami simpulkan saksi-saksi yang mengetahui fakta kejadian sudah cukup.
tadi ada permohonan memang dari Penasehat Hukum untuk menghadirkan saksi saksi lagi di dalam surat dakwaan. Tapi beban pembuktian surat dakwaan ada di penuntut umum ,” tegasnya.

Seperti diketahui, MSAT alias Bechi dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap perempuan asal Jawa Tengah dengan Nomor LP: LPB/392/X/RES/1.24/2019/JATIM/RESJBG.

MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending