Connect with us

Daerah

Berikan Pelayanan Prima, Satpas Polres Malang Siapkan Fasilitas Khusus Bagi Disabilitas

Published

on

Basudewa – Malang, Satuan Penyelenggara Administrasi SIM Satlantas Polres Malang, telah menyiapkan sarana dan prasarana maupun fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas.

Kapolres Malang, AKBP.Ferli Hidayat, berupaya dalam memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang akan melakukan pembuatan dan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) khususnya bagi penyandang disabilitas.

Hal tersebut, disampaikan, AKBP.Ferli Hidayat pada Jumat (2/9/2022). Sebelum itu, perlu kita ketahui bahwa di Indonesia ada 12 jenis SIM, yakni SIM A, A Umum, B1, B1 Umum, B2, B2 Umum, C, C1, C2, D, D1, dan Internasional.

Adapun, SIM khusus untuk penyandang disabilitas yang ingin mengendarai sepeda motor yaitu SIM D. Sedangkan, untuk penyandang disabilitas yang ingin mengendarai mobil yaitu, berjenis SIM D1.

Dalam pelayanannya, Satpas Polres Malang, telah menyiapkan fasilitas khusus bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.

Mulai dari parkir khusus, yang mudah untuk diakses, loket khusus, dan toilet khusus.

Kasat Lantas Polres Malang, AKP. Agnis Juwita Manurung, mengatakan, tak hanya fasilitas dan sarana prasarana saja. Namun juga pelayanan yang akan diberikan juga tindakan-tindakan dari petugas yang akan membantu dan mendampingi setiap perpindahan tempat.

” Dari tempat parkir, petugas khusus disiapkan untuk menjemput dengan membawa kursi roda dan mendampingi proses penerbitan SIM hingga kembali lagi ke kendaraannya ,” jelas Kasat Lantas.

Agnis membeberkan, penggunaan SIM D juga diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ atau Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pasal 242.

Pasal itu menyebut, baik Pemerintah Pusat maupun Daerah, serta perusahaan angkutan umum wajib memberikan perlakuan khusus di bidang lalu lintas dan angkutan jalan kepada penyandang cacat, usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit.

Namun, penerbitan SIM D tidak bisa dilakukan secara sembarangan bahkan tidak semua penyandang disabilitas bisa mendapatkannya.

Adapun tahapan dalam membuat SIM D harus menyesuaikan dengan aturan yang sudah tertulis dalam Pasal 217 (1) PP 44/93.

Beberapa persyaratan yang diajukan yaitu, bisa membaca dan tulis, mengajukan permohonan tulisan, memiliki pengetahuan mengenai peraturan lalu lintas dan menguasai teknik dasar berkendara.

Selain itu, bagi difabel yang ingin mendapatkan SIM D juga perlu terampil dalam mengendarai kendaraan bermotor, sehat jasmani dan rohani, serta lulus ketika melakukan ujian praktek.

Untuk itu, dalam memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat, Satpas Polres Malang, berpedoman pada Undang-Undang RI Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, pada Pasal 4 dijelaskan bahwa penyelenggara pelayanan publik berasaskan kesamaan hak, persamaan perlakuan, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan.

Selain itu, pada Pasal 29 juga menyebutkan, bahwa penyelenggara pelayanan khusus berkewajiban memberikan pelayanan dengan perlakuan khusus kepada anggota masyarakat tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam hal ini, masyarakat tertentu salah satunya yaitu, kelompok penyandang disabilitas.

” Kami juga akan selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang lain, tak hanya disabilitas. Senyum, sapa, dan salam juga akan kami kedepankan ,” pungkas AKP.Agnis Juwita.

Kapolres Malang berharap, dengan memberikan pelayanan publik yang terbaik ini, masyarakat akan terbantu dan Satpas Polres Malang akan sangat senang jika masyarakat puas dengan pelayanannya.
DW.

Daerah

Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang Aremania Serentak Aksi Turun Jalan

Published

on

Basudewa – Malang, Aremania serentak melakukan aksi turun jalan hampir di semua ruas jalan raya. Aksi tersebut, dimulai dari pukul 11.47 WIB, pada Minggu (27/11/2022).

Aremania tampak berkumpul dan menutup pintu tol Karanglo Under Pass (pintu keluar tol Karanglo – Singosari).

Aksi turun jalan berdampak para pengguna jalan terpaksa tidak bisa melewati jalan Under Pass sehingga, pengguna jalan dari arah kota Malang (selatan) diarahkan ke jalur barat (arah kota Batu). Sedangkan, pengguna jalan yang dari arah barat diarahkan ke Utara.

Aremania berkumpul di depan sekolah SMKN Singosari Jalan. Mondoroko Kecamatan Singosari.
Selanjutnya, Aremania melakukan longmarc membuat Jalan tol Karanglo terhenti total.

Tampak dilapangan, aksi turun jalan Aremania kali ini, memicu beberapa
pengguna jalan yang menggerutu atas
kegiatan ini (dikarenakan) tidak adanya
pemberitahuan ke publik.

” Tidak tahu ada aksi Aremania mas ! ,”‘ tutur
Andi pengguna jalan yang terjebak macet.

Selain, menggelar aksi turun jalan tersebut, Aremania juga menggelar doa bersama yang tampak disertai oleh, beberapa aparat kepolisian setempat.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending