Connect with us

Opini Hukum

Kota Dobo Darurat Radikalisme

Published

on

Predator Seksual Anak Dibawah Umur Berkeliaran

Oleh Listu Kubela. Pemuda Jargaria.

Basudewa – Dobo, Maraknya, perilaku oknum predator seksual yang kian bertindak tidak manusiawi dan brutal terhadap perempuan atau anak dibawah umur, sontak membuat shock warga kota Dobo.

Dengan lancarnya, aksi bejat dan tak terpuji para predator asusila di daerah ini, tentu menuai sorotan sekaligus kecaman dari seantero masyarakat. Lantas kalangan aktivis maupun komunitas pegiat anti kekerasan terhadap anak dan perempuan mulai angkat bicara, dan menyuarakan sikap perlawanan terhadap sindikat ‘predator asusila’ di kota Dobo.

Asas kronologi, berangkat dari setiap bedah perkara oleh, aparat keamanan setempat, kuat dugaan, adanya beberapa indikator yang menjadi motif para pelaku asusila ini bereaksi.

Salah satunya, ialah akibat dari miras (minuman keras), serta minimnya sosialisasi akan kesadaran bermasyarakat dalam hubungan dengan dampak hukum, dampak sosial serta dampak Kamtibmas, baik terhadap warga di area sekitar lokalisasi maupun masyarakat kota Dobo secara umum.

Terlepas dari hal itu, kembali kami memandangnya dari aspek TKP (Tempat Kejadian Perkara), bahwa terjadinya beberapa kasus beruntun yakni, pelecehan seksual terhadap perempuan dan atau anak dibawah umur ini, tak lain kerap terjadi di seputaran area tempat hiburan malam lokalisasi (kampung jawa).

Lingkungan ini, dikenal langgeng dengan aktivitas dunia malam yakni, miras yang disertai adanya tontonan-tontonan yang tak lazim dari para warga pekerja susila (PSK) kampung jawa pada lingkungan sekitar, yang secara geografis sangat berdekatan dengan masyarakat sekitar, termasuk dengan aktifitas lalu lalang warga yang bertempat tinggal di belakang lokalisasi.

Maka kami sampaikan, ” tutup lokalisasi ” sebab selamanya tidak akan pernah menghadirkan iklim yang kondusif terhadap masyarakat di kota ini, terutama warga yang berdampingan langsung dengan THM (lokalisasi).

Dalam kejadian-kejadian naas ini, selain dengan cara yang radikal dan brutal dalam merampas harga diri serta kehormatan suci seorang anak perempuan secara tidak manusiawi, namun seketika pula HAM nya sebagai generasi masa depan bangsa dan daerah ini harus terenggut dan meregang ditangan predator asusila yang amoral dan tidak berperikemanusiaan.

Kami himbau, kepada seluruh lapisan masyarakat kota Dobo dan sekitarnya, terlebih khususnya, kepada warga domisili sekitar area kampung jawa, agar lebih waspada dan ekstra ketat terhadap aktifitas keseharian anak terutama kaum perempuan.

Kepada pihak berwajib agar ada kerja sama dengan Pemerintah Daerah guna melakukan aksi-aksi sosialisasi kemasyarakatan kepada masyarakat kota Dobo dan sekitarnya, dengan kondisi yang sementara terjadi akhir-akhir ini.

Selaku, masyarakat kami juga sangat mengharapkan, adanya perhatian ekstra khusus serta sikap serius dari pada Pemerintah Daerah dan DPRD setempat, dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing sesuai kapasitas dan kewenangan yang ada.

Sebagaimana amanah yang diemban yakni, pengabdi masyarakat sekaligus pengayom masyarakat, dalam menyikapi dan mengkaji segala dampak atau gejolak lain (baik maupun buruk) yang ditimbulkan dari adanya operasionalisasi THM kampung jawa.

Dasar-dasar pertimbangan rasional akan jaminan keberlangsungan keamanan dan kenyamanan warga sekitar area dan masyarakat kota Dobo umumnya, dengan berpedoman pada kejadian-kejadian naas yang menimpa beberapa anak dibawah umur belakangan ini yang sontak menggegerkan masyarakat sekota Dobo, serta sejauh ini sudah sangat meresahkan dan merugikan warga domisili sekitar kampung jawa (lokalisasi) dalam keseharian aktifis mereka.

#TutupLokalisasi
#LawanPredatorAsusila
#SaveGenerasiMasaDepanAru

Opini Hukum

Pelaku Kejahatan Pemerkosaan Anak Disertai Pembunuhan Pantas Dihukum Mati

Published

on

Pelaku Kejahatan Pemerkosaan Anak Disertai Pembunuhan Pantas Dihukum Mati.

Oleh : Beltasar Unulula.

Basudewa – Dobo, Kekerasan Seksual untuk anak di bawah umur termasuk kejahatan luar biasa. Apa lagi disertai dengan pembunuhan maka pasal yang harus dijeratkan terhadap pelaku adalah pasal berlapis salah satunya, pasal 340 KUHP.

Jeratan pasal berlapis terhadap pelaku kekerasan seksual yang disertai pembunuhan disampaikan, Praktisi Hukum, Beltasar Unulula, kepada basudewanews.com, pada Rabu (23/08/2022).

Tanggapan Praktisi Hukum, Beltasar Unulula, terkait dengan peristiwa Pelecehan disertai pembunuhan anak dibawah umur yang baru saja terjadi di kota Dobo, Kepulauan Aru Maluku.

Korban dari kejahatan luar biasa tersebut, adalah CBL dan tersangkanya, adalah OK.

Menurutnya, Penyidik Polres Kepulauan Aru menjerat pelaku sebagaimana yang diatur dalam pasal 81, pasal 76 d atau pasal 80 ayat 3 Juncto pasal 76 c Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 12 Undang-Undang RI nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual serta ancaman pidana 15 tahun penjara.

Beberapa pasal yang dijeratkan pelaku, adalah sudah benar. Akan tetapi harus dilihat peristiwanya seperti apa ?.
Apakah pada saat pemerkosaan berlangsung, korban lagsung meninggal ?. atau setelah melakukan pemerkosaan baru pelaku membunuh korban ?.

Beltasar juga mengatakan, kalau pelaku selesai melancarkan aksinya lalu membunuh korban maka pelaku bisa dijerat pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana.

” Ancamannya, yakni, hukuman mati atau penjara seumur hidup ?.

Melalui informasi yang berkembang, bahwa sehabis pemerkosaan pelaku membunuh korban. Itu berarti pelaku sudah pasti menimbulkan rencana untuk membunuh korban.

” Berarti yang bersangkutan (Pelaku) harus di jerat dengan pasal 340 KUHP Juncto pasal 81 Undang Undang perlindungan anak” jelas Advokad asal MBD ini.

Pandangan hemat, Beltasar, terkait unsur pembunuhan berencana sudah terpenuhi. Sebab pemerkosaan sudah selesai baru korban di bunuh.

Berarti setelah habis melakukan pemerkosaan timbullah rencana pembunuhan. Sehingga pelaku harus di sangkakan dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman seumur hidup atau mati.

Tetapi Kalau sementara dia perkosa lalu anaknya habis nafas jeratan pasalnya hanya pasal 81. Tetapi kalau pelaku lalu membunuh berarti pasal yang dijeratkan harus pasal 340 maka seharusnya, Polisi terus dalami kasus ini lebih dalam.   DW.

Lanjutkan Membaca

Trending