Connect with us

Peristiwa

Toko Barokah Frozen Didatangi Polisi Lantaran Jual Barang Tak Berizin BPOM Jatim

Published

on

Basudewa – Surabaya, Toko Barokah Frozen food , di Jalan Kali Butuh Nomer 92 Surabaya, yang menjual cireng, sosis, tempura, naget dan lain-lain , digerebek polisi pada Sabtu, (20/8/2022).

Penggerebekan dilakukan lantaran, Toko Barokah, diduga tidak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) Jawa Timur.

Melalui, informasi yang di lansir dari media Timurposjatim.com, Toko Barokah Frozen baru-baru ini didatangi oleh Petugas dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, tepatnya, anggota Unit PPA Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Terkait adanya informasi tersebut,  awak media Timurposjatim.com, mencoba menggali informasi dengan mendatangi toko tersebut, namun pemiliknya tidak ada ditempat.

Disingung terkait adanya, petugas dari Polres Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang mendatangi toko tersebut, dan ada dugaan secara tidak langsung, sejumlah uang untuk pengondisian sebesar 50 Juta, dalam tanggapan,Arga selaku, pemilik toko, menjelaskan, bahwa, sebenarnya kami sudah ada deal dengan KP3 ( Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya).

” Kami sudah ada deal mas ! ,”katanya melalui sambungan telepon.

Disinggung terkait apakah benar Toko Barokah Frozen telah menjual barang-barang yang tidak memiliki izin dari BPOM Jatim.

” Kami hanya menjual saja, tidak melakukan produksi dan untungnya berapa mas ?, nantinya, kami tidak akan lagi menjual produk yang tidak memiliki izin ,” kelit Arga.

Untuk diketahui, berdasarkan, data yang masuk di redaksi Timurposjatim.com, bahwa, demi mengamakan usahanya, Arga selaku, pemilik Toko Barokah Frozen diduga sudah melakukan pengondisian terhadap dua instansi yakni, BPOM Jatim sebesar 100 Juta dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebesar 50 Juta.

Sementara, secara terpisah Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, melalui Penyidik PPA, Janu, mengatakan, bahwa, terkait adanya pengondisian untuk Toko Barokah Frozen milik Arga dengan nominal uang sebesar 50 Juta, itu tidak benar.

” Terkait informasi itu tidak benar ,” kata Janu kepada Timurposjatim baru-baru ini.
MET.

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending