Connect with us

Hukrim

Badan Usaha Milik Desa Bel Kikoir Sejahtera Juring Dapat Penghargaan Dari Pemda Aru

Published

on

Basudewa – Dobo, Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Bel Kikoir Sejahtera Juring, dengan visi ” Mensejahterakan Masyarakat Hukum Adat Nata Bel Kikoir dan Mengembalikan Kejayaan Malagot”, Kecamatan Aru, Selatan Utara, akhirnya pada 17 Agustus 2022, memperoleh Piagam Penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Sebagai BUMDES Terbaik se Kabupaten Kepulauan Aru.

Penyerahan piagam dilakukan oleh, Bupati Kepulauan Aru, Dr.Johan Gonga.

Penyerahan piagam berdasarkan, BUMD Desa Juring dinilai menorehkan, sejarah baru sebagai BUMD pertama dari 50 BUMD di Kabupaten Kepulauan Aru, yang resmi terdaftar pada badan hukum dalam pangkalan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, dengan Nomor: AHU-06231.AH.01.33.TAHUN 2022.

Saat penyerahan piagam penghargaan, Bupati tampak didampingi Wakil Bupati, Muin Sogalrey.

Penyerahan penghargaan diterima oleh, Direktur BUMD Desa Bel Kikoir Sejahtera Juring, Johan Kalorbobir, setelah selesai Pelaksanaan Upacara Memperingati Detik-detik Proklamasi.    Dedi Weusa.

Hukrim

Jaksa Akan Tanggapi Pledoi Agus Anugerah Yahono Yang Meminta Rehabilitasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang agenda pledoi atau nota pembelaan atas sangkaan kepemilikan barang sabu seberat 3,40 Gram, yang menjerat Agus Anugerah Yahono, bergulir di ruang Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (4/12/2023).

Dipersidangan agenda pledoi, Agus Anugerah Yahono, yang ditetapkan, sebagai terdakwa melalui, Penasehat Hukumnya, Budi Sampoerna, mengatakan, kliennya tidak layak dijerat pasal 114 dan dengan tuntutan penjara selama 5 tahun.

Lebih lanjut, kliennya menderita bipolar yang seharusnya, di rehabilitasi guna mendapatkan perawatan.

Penasehat Hukum Agus Anugerah Yahono, Dalam Pledoi Meminta Rehabilitasi Atas Kepemilikan Sabu 3,40 Gram.

Atas nota pembelaan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, usai sidang saat ditemui, mengatakan, pihaknya, akan menanggapi pledoi terdakwa yang disampaikan melalui, Penasehat Hukumnya.

Disinggung terkait, pledoi terdakwa yang meminta rehabilitasi bukan tuntutan selama 5 tahun bui, JPU, menyampaikan, itu sah sah saja yang disampaikan, Penasehat Hukumnya.

Pihaknya, akan menanggapi pledoi itu, dipersidangan berikutnya.
” Sah – sah saja , mas !. Pihaknya, akan menanggapi pledoi terdakwa di persidangan berikutnya, tunggu sepekan ke depan ,” ungkap Darwis.

Untuk diketahui, dipersidangan pada Senin (27/11/2023), dalam tuntutan JPU menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana Narkotika, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Jeratan pasal alternatif Pasal 111 Ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah supaya terdakwa tetap ditahan.

Selain tuntutan, JPU, juga menetapkan denda sebesar 800 Juta subsider 3 bulan penjara.  MET.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending