Connect with us

Hukrim

Ahli Sebut, Para Pihak Tidak Datang Menghadap Notaris. Akta Berpotensi Tidak Benar

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang lanjutan, perkara pengunaan surat palsu yang melibatkan pasang suami istri (pasutri) yang berprofesi sebagai Notaris yakni, Edhi Susanto dan Feni Talim, bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, menghadirkan Ahli Kenotariatan yaitu, Dian Purnama Anugerah, dari Universitas Airlangga Surabaya.

Dalam keterangannya, Dian Purnama menjelaskan, bahwa sebagai seorang Notaris mengikat sumpah pejabat Notaris yang harus dijalankan dengan jujur, teliti serta adanya kecermatan dalam membuat akta.

Notaris harus bertanggung jawab kebenaran penghadap dan juga Notaris bertanggung jawab kepada Negara.

” Apabila penghadap tidak datang dihadapan Notaris, maka akta yang dituangkan, berpontesi tidak benar (cacat) dan juga bisa berpotensi Pidana ,” kata Dian saksi ahli di hadapan Majelis Hakim.

Lebih lanjut, ahli menyampaikan, bahwa kalaupun Notaris tahu para pihak (penghadap) ataupun dengan surat kuasa tidak datang maka seharusnya, tidak perlu diteruskan membuat akta dan dokumen-dokumen yang diserahkan kepada Notaris bisa dikembalikan ke para Pihak tersebut.

Perlu diperhatikan, bahwa Notaris mempunyai kewenangan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) untuk Akta Jual Beli (AJB) seperti tanah itu kewenangan dari Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPATK).

” Notaris mempunyai kewajiban untuk melakukan pengecekan (Check in) dan Notaris tidak bisa melimpahkan kesalahan kepada pegawainya karena akta adalah Produk dari Notaris ,” kata Dian  Purnama Anugerah mantan Majelis Pengawas Notaris.

Disinggung JPU, apakah seorang Notaris bisa melakukan gugatan kepada penjual atau pembeli.

Disampaikan oleh, Ahli, seorang Notaris tidak bisa melakukan gugatan, dikarenakan tidak ada legal standingnya.

Perlu diketahui, dalam dakwaan JPU, pada medio 2017, Hardi Kartoyo bermaksud menjual 3 obyek tanah dan bangunan dengan sertifikat atas nama Itawati Sidharta (istri).

Triono Satria Dharmawan, calon pembeli 3 obyek tanah milik Hardi Kartoyo (korban) sepakat membeli dengan harga sebesar 16 Milyard.

Berdasarkan kesepakatan diatas, ditunjuk Edhi Susanto selaku, Notaris guna mencatat maksud kedua pihak perihal jual – beli 3 obyek beserta bangunan.

Selanjutnya, maksud para pihak dicatat dan menghadap dihadapan Notaris Edhi Susanto (terdakwa) maka Hardi Kartoyo (korban) menyerahkan 3 sertifikat ke Notaris guna dilakukan Check-ing di kantor BPN Surabaya.

Selang, 2 bulan berikutnya, Hardi Kartoyo (korban) menanti tidak ada kejelasan terkait jual – beli maka Hardi Kartoyo kerap mendatangi kantor Notaris Edhi Susanto dengan maksud meminta kembali 3 sertifikat yang terlanjur diserahkan guna dilakukan Check-ing.

Sayangnya, meski Hardi Kartoyo kerap datangi kantor Notaris Edhi Susanto dengan maksud meminta kembali 3 sertifikat nya, justru oknum Notaris Edhi Susanto tidak bersedia segera mengembalikan.

Berawal dari hal diatas, maka perkara ini berlanjut, ke ranah meja hijau guna berproses hukum.

Melalui proses hukum tersebut, oknum Notaris Edhi Susanto sekaligus beserta istrinya Feni talim ditetapkan sebagai terdakwa. Ke-dua terdakwa yang tak lain, adalah suami istri diketahui, berprofesi Notaris.

Fakta dipersidangan, Notaris Feni Talim area wilayahnya, di luar Surabaya, juga merangkap sebagai pegawai Notaris Edhi Susanto area wilayahnya di Surabaya.

Terkait, rangkap jabatan yakni, sebagai Notaris yang berkedudukan di luar Surabaya, Feni Talim juga sebagai pegawai di Kantor Notaris Edhi Susanto (suaminya), sebagaimana dijelaskan, Ahli Kenotariatan, Dian Purnama Anugerah adalah hal yang tidak dibenarkan.

Sedangkan, melalui keterangan, Conny, mantan pegawai BPN di persidangan sebelumnya, diketahui, bahwa Feni Talim yang mengajukan, Check-ing, pengukuran terhadap 3 sertifikat milik Hardi Kartoyo.

Perubahan lainnya, luasan 3 sertifikat salah satu sertifikat menjadi berkurang lantaran, adanya pelebaran jalan dari Pemkot Surabaya. Untuk yang 2 sertifikat Cony, menyampaikan, lupa.

Pengakuan lain, mantan pegawai BPN Surabaya, di persidangan, berdasarkan surat kuasa dengan tertera nama Feni Talim selaku, penerima kuasa guna kepengurusan Check-ing sertifikat di BPN.

Padahal, Hardi Kartoyo (korban) selaku, penjual dan Triono Satria Dharmawan selaku, calon pembeli menghadap ke Notaris Edhi Susanto.

Perihal, akad penjual dan pembeli menghadap ke Notaris Edhi Susanto, dalam perikatan jual beli sesungguhnya, tidak pernah terjadi.

Lantas, apa yang mendasari 3 sertifikat milik Hardi Kartoyo bisa berproses Check-ing, perubahan luas di salah satu sertifikat dari 3 sertifikat namun, sertifikat masih tertera nama Itawati Sidharta (istri Hardi Kartoyo).
MET.

Hukrim

Tim Futsal SIWO PWI Jatim U-35 Target Medali Emas di Porwanas XIII/2022

Published

on

Basudewa – Surabaya, Tim futsal SIWO PWI U-35 targetkan medali emas di ajang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Di ajang tersebut, SIWO PWI, mulai menggelar pelatihan resmi di Lapangan Ubaya Sport Centre, Surabaya.

Pelatihan resmi tersebut, untuk persiapan
Tim Futsal SIWO PWI U-35, pada gelaran Porwanas XIII/2022, di Malang Raya, Jatim.

Sedangkan, Jawa Timur sendiri menjadi tuan rumah gelaran Porwanas XIII/2022, yang bakal dilaksanakan, pada 21-27 November 2022 mendatang.

Cabor futsal Porwanas mempertandingkan, dua Kelompok Usia (KU), yakni, U-35 dan U-40. Sementara tim futsal SIWO PWI Jatim, telah mempersiapkan diri di event olahraga wartawan terbesar di Indonesia.

Tim futsal SIWO PWI Jatim U-35, telah melakukan, sejumlah persiapan dengan menggeber persiapan fisik dan menggelar sparing. Adapun, pelatih kepala Tim Futsal SIWO PWI Jatim U-35, ditempa oleh, Marthin.

Dikesempatan tersebut, Martin, mengaku, siap mempersembahkan, medali emas untuk Tim Futsal SIWO PWI Jatim U-35.

Marthin, mengatakan, pemusatan latihan digelar di UBAYA Sport Center, selain mengasah kekompakan tim juga meningkatkan performa khususnya, mental para pemain menjadi bagian program pada setiap latihan yang digelar.

” Pada gelaran latihan ini, kami bagi menjadi tiga rangkaian, Pertama mengingkatkan fisik, Kedua Teknikal dan ketiga mental ,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Tim Futsal SIWO PWI Jatim U-35, Masrul Fajrin, menyebutkan, latihan tidak hanya meningkatkan performa, namun juga membangun chemistry antar pemain agar menjadi solid dan kompak.

” Tentu bila setiap pemain saling terikat dengan bonding yang kuat, bukan tidak mungkin tim semakin kuat ,” ungkap pria yang akrab disapa Chimenk ini.

Selain itu, pemusatan latihan Futsal U-35 SIWO PWI Jatim, juga mendapat dukungan dari Ubaya Sport Centre dan Proteam yang telah membantu meningkatkan performa tim.

Berikut line up, Futsal U-35 SIWO PWI, Lukman Hadi M,Tunggal Teja A,Masrul Fajrin, Patriot Mega Bumi Airlangga,Yorky Satriaedi Sanjo,Januar Andreas Kurniawan,
Abdi Putra Irawan, Januar Nur Arrizal S,Ricky Maulana, M.Taufiq, Rizky Putra Dinasti.   MET.

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending