Connect with us

Hukrim

Usai Datangi Sebagai Saksi HP Turut Disita, Pimpinan Redaksi Melapor Ke Propam

Published

on

Basudewa – Surabaya, Salah satu jurnalis dari media online berserta Pimpinan Redaksi Timurposjatim.com, mendatangi Polda Jatim, untuk melaporkan Penyidik Unit II Subdit III Jantrantas Krimum Polda Jatim, terkait penyitaan Handphone ke Kabid Propam Polda Jatim, Selasa, (08/08/2022).

Usai melaporkan, Pimpinan Redaksi,
Amiruddin Siddik, saat ditemui, menyampaikan, bahwa dirinya, telah melaporkan tindakan dari Penyidik Unit II Subdit III Jantrantas yang melakukan penyitaan HP milik Totok (salah satu jurnalis nya).

Masih menurut, Amiruddin, kami menilai tindakan tersebut, sudah melampaui wewenang.

Dimana Totok , yang datang memenuhi pemanggilan hanya sebagai saksi terpaksa agak kelimpungan tatkala usai memenuhi pemanggilan HP nya turut disita.

Amiruddin, menambahkan, Jurnalisnya turut memenuhi pemanggilan atas perkara 378 KUHP atau 372 KUHP.

Dalam hal ini, N sebagai Terlapor  atas laporan dari Tjian Steven Yuwono Tjandra.

Tjan Steven Yuwono, merasa merugi akibat hubungan hukum dengan N terkait, penjualan Mobil Pajero sebesar 380 Juta.

Amiruddin menambahkan, penyitaan yang dilakukan oleh, penyidik harusnya, dengan izin dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

” Penyitaan tersebut, dapat dilakukan, apabila Penyidik lebih dahulu dan kemudian setelah itu wajib segera dilaporkan ke Ketua Pengadilan, untuk memperoleh persetujuan,” kata Amir kepada awak media.

Perkara ini, tergolong biasa, bukan klasifikasi sulit. Dalam pemanggilan Totok (saksi) dalam perkara tersebut, tidak ada korelasinya dan hubungan hukumnya, sangat kabur dan ambigu ,” terangnya.

Terkait penyitaan HP , Amir menganggap, sudah melanggar Undang Undang RI Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, karena dalam HP jurnalis banyak data-data dari nara sumber yang wajib dilindungi dan dirahasiakan.

” Penyitaan HP, sudah mencederai rasa keadilan dan  tidak menutup kemungkinan kejadian serupa akan terjadi pada rekan-rekan jurnalis ,” tambah Amir.

Laporan yang dimaksud, tercatat dalam Tanda Bukti Lapor Polisi Nomor: TBL/B/105.01/II/2022/SPKT/POLDA. JAWA TIMUR pada Kamis 24 Pebruari 2022.

H.Z di polisikan dengan dugaan tindak pidana Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan.

Diketahui, sewaktu melapor ke Polda Jatim, Steven Yuwono Tjandra melampirkan bukti transfer pada (1932021) sebesar 350 Juta, bukti transfer pada (14/4/2021),(28/4/2021), (6/5/2021), (20/5/2021) dan (25/5/2021), masing masing sebesar 5 Juta ke rekening BCA atas nama Terlapor.

Sedangkan, Pelapor Steven Yuwono Tjandra adalah warga Surabaya yang beralamatkan, di Jalan Kapasan Dalam, Kelurahan Kapasan, Kecamatan Simokerto, Surabaya.
Untuk, Terlapor H.Z, beralamatkan di Jalan Kolonel Sugiono, kecamatan Waru, Sidoarjo.  MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending