Connect with us

Hukrim

Sempat Disebut Hakim Melacurkan Diri Oknum Notaris Edy Yusuf Dan Dudy Ferdinand Dalam Pledoi Malah Minta Dibebaskan

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, agenda bacaan nota pembelaan bagi Notaris Edy Yusuf dan Dudy Ferdinand yang keduanya ditetapkan sebagai terdakwa dalam berkas terpisah, bergulir Rabu (27/7/2022), di ruang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya.

Dipersidangan, oknum Notaris Edy Yusuf dan Dudy Ferdinand secara masing-masing menyampaikan nota pembelaan yakni, minta dibebaskan dari segala dakwaan maupun tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Dewi Kusumawati.

Atas nota pembelaan ke-dua terdakwa yakni, minta dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan JPU maka Majelis Hakim Erintuah Damanik memberi kesempatan terhadap JPU guna memberikan tanggapan nota pembelaan kedua terdakwa.

Dikesempatan tersebut, JPU, memohon waktu sepekan kedepan guna menyampaikan tanggapannya.

Untuk diketahui, dipersidangan sebelumnya, meski Majelis Hakim, Erintuah Damanik, sempat menyebut, oknum Notaris Edy Yusuf (terdakwa) melacurkan diri bak asongan yang menawarkan barang dagangan.

Perihal oknum Notaris Edy Yusuf, yang disebut Majelis Hakim, Erintuah Damanik, melacurkan diri lantaran, sebagai pejabat Notaris Edy Yusuf justru melayani sebuah penandatanganan di Bandara Juanda Surabaya.                                                                 ” Saudara adalah pejabat kenapa mau diajak tanda tangan di Bandara Juanda, kenapa tidak tanda tangan di kantor ? , kayak asongan ,” tutur Majelis Hakim.

Dampak dari hal diatas, diketahui sertifikat yang dijaminkan untuk agunan di Koperasi Delta Pratama Jatim tidak bisa dilakukan Check-ing karena tidak valid dan ternyata bodong.

Hal lainnya, baik Notaris Edy Yusuf (terdakwa) dan Dudy Ferdinand (terdakwa) diduga telah sekongkol. Pasalnya, kehadiran orang tua Dudy Ferdinand (terdakwa) yang menghadap Notaris adalah orang yang selalu berbeda-beda guna melakukan tandatangan.

Hal ini, diakui, oknum Notaris Edy Yusuf berupa, tidak paham jika yang hadir orangnya berbeda serta tanda tangan nya pun juga berbeda-beda.

Pengakuan unik, di sampaikan Dudy Ferdinand (terdakwa), bahwa selama pencairan pinjaman di Koperasi Delta Pratama Jatim, sebesar 800 Juta masuk ke rekening Notaris Edy Yusuf (terdakwa) dan dirinya, hanya menerima 150 Juta.
” Yang Mulia selama pencairan pinjaman hingga ke ranah pengadilan saya hanya terima uang 150 Juta ,” bebernya.   MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending