Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum Minta Bantuan Paranormal Guna Muluskan Suap Justru Berdampak Hakim Itong Kena OTT KPK

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Segala cara atau upaya yang dilakukan Penasehat Hukum, Hendro Kasiono, berupa, melakukan ritual khusus guna memuluskan dugaan gratifikasi yang ditujukan terhadap Majelis Hakim, Itong Isnaeni dan Panitera, Hamdan justru malah berdampak terkuak dan tertangkapnya Majelis Hakim dan Panitera Pengadilan Negeri Surabaya, memaksa para personal yang terduga terlibat untuk jalani proses hukum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, pada Selasa (19/7/2022).

Dalam hal ritual khusus, dipersidangan terkuak dari keterangan yang disampaikan, Lilia Mustika Dewi sebagai saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Adapun, keterangan Lilia Mustika Dewi selaku, Sekretaris dan Administrasi dari Penasehat Hukum, Hendro Kasiono (terdakwa) yakni, saksi menyebut, dirinya, adalah Penasehat Hukum (pengacara) yang bekerja di kantor hukum milik Hendro Kasiono (terdakwa), meski berstatus sebagai Penasehat Hukum, dirinya, ternyata lebih banyak mengurus soal administrasi di kantor terdakwa.
” Saya di sumpah sebagai Penasehat Hukum pada 2019. Tapi di kantor terdakwa, saya sebagai sekretaris dan administrasi kantor,” jelasnya.

Lebih lanjut, saksi mengatakan, terkait perkara dugaan suap Majelis Hakim, Itong Isnaini dan keterlibatan terdakwa (bos saksi), tidak banyak diketahuinya.

Hal lain, saksi menyampaikan, meski saksi turut menandatangani kuasa, ia tidak pernah dilibatkan baik dalam persidangan maupun hal lainnya.
” Semua ditangani sendiri oleh beliau (terdakwa Hendro),” ujarnya.

Hanya saja, dalam beberapa masalah saksi kerap dicurhati oleh terdakwa seperti, saat terdakwa dimintai uang oleh, Panitera Pengganti Moh.Hamdan (terdakwa) yang selalu mengatas-namakan Itong, maupun soal jalannya perkara pembubaran perusahaan.
” Beliau (terdakwa) pernah cerita kalau soal uang yang diberikan pada Majelis Hakim tapi benar diberikan atau tidak, saya tidak tahu,” ungkapnya.

Selanjutnya, JPU, membeberkan, Poto Majelis Hakim Itong juga percakapan saksi dengan Hendro (terdakwa), dalam layanan pesan WhatsApp berupa, dilihat WhatsApp, itu orangnya supaya tetap ke kita.

Saksi pun, memaparkan, jika saksi diminta oleh, Hendro (terdakwa) agar sang Majelis Hakim “dikirim” doa oleh orang “pintar” (paranormal) yang disebutnya, sebagai abah. Abah inilah, yang diakui saksi kerap memberi doa-doa semacam itu.
” Beliau minta supaya dia didoakan agar Majelis Hakim itu (berpihak) ke kita,” ujarnya.

Saat, JPU KPK, menyinggung apakah (ritual) itu memang biasa dilakukan oleh Hendro (terdakwa) ?. Saksi pun menjawab, berupa,
Orang berdoa kan boleh-boleh saja. Itu doa biasa kok.

Usai saksi memberikan keterangan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap Hendro Kasiono (terdakwa) guna menanggapi. Dalam tanggapan terdakwa mengamini keterangan saksi.

Perlu diketahui, perkara pengajuan pembubaran Perseroan yang dilakukan Penasehat Hukum Hendro Kasiono membuat KPK melakukan OTT atas dugaan gratifikasi atas perkara tersebut, melibatkan, Majelis Hakim, Itong Isnaeni dan Panitera, Moh. Hamdan sebagai terdakwa dengan sangkaan gratifikasi atau suap sebesar 545 Juta. MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending