Connect with us

Hukrim

Sidang Sesi Jawaban, Samator Group Diduga Janggal

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, gugatan yang dilayangkan, Sintarto karyawan Samator group lantaran, di PHK sepihak tanpa uang pesangon kembali berlanjut ke Pengadilan Hubungan Industrial, Selasa (11/7/2022). Kali ini mengagendakan jawaban Samator group (Tergugat) yang diwakili kuasa hukumnya yakni Zuda Irwan Saputro.

Dihadapan Majelis Hakim, Widiarso, Penasehat Hukum Tergugat, Zuda Irwan memberikan berkas jawaban Penggugat tanpa dibacakan namun, jawaban Tergugat diprotes oleh, Penggugat karena berkas jawaban tertera tanggal 4 Juli, yang seharusnya tanggal 5 Juli.
” Berkas jawaban Tergugat itu ada kejanggalan, surat itu tertulis tanggal 4 Juli padahal sidang perdana itu tanggal 5 Juli. Agak aneh itu ,” ungkap Penasehat Hukum Penggugat Gerry Kiven dan Amos Don Bosco.

Disinggung, apakah karyawan Samator group banyak yang mengalami PHK sepihak tanpa ada uang pesangon.
Garry mengatakan, kemungkinan ada banyak, tetapi yang baru berani menggugat hanya Sintarto (kliennya).
” Melalui info dari Sintarto bahwa sudah ada dibentuknya group WA terkait pekerjaan yang dirugikan oleh pihak Samator ,” ujar Gerry.

Sementara, Penasehat Hukum, Tergugat Zuda Irwan Saputro saat dikonfirmasi terkait jawaban Penggugat yang tertulis tanggal 4 Juli enggan memberikan komentar.

Untuk diketahui, pada pemberitaan sebelumnya, di beberapa media online Gerry menjelaskan, bahwa Sintarto sebagai karyawan Samator group yang sudah bekerja selama 32 tahun dengan jabatan Manager proyek diberi kepercayaan memegang proyek pengembangan pabrik Oxygen untuk PT.Aneka Gas Industri dan PT. Samator Gas Industri di berbagai wilayah: Sampit, Sorowako, Makassar, Bali, Palu, Bitung, Bontang, Medan, palembang, Dumai dan lombok.

Lebih lanjut, pemutusan hubungan kerja secara sepihak ini, dilatarbelakangi saat kliennya, mendapat perintah pengecatan tangki pada hari Jumat (09/7/2021), pukul 17.00 (di luar jam kerja) yang ketika itu keadaan Penggugat lagi sakit demam dan panas badannya.

Sehingga, Penggugat izin pulang dan tidak dapat melakukan pekerjaan pengecatan tangki, namun Penggugat tetap bertanggung jawab dengan meminta anggota tim nya tetap mengerjakan pengecatan tangki.

Gerry menambahkan, Penggugat mendapat surat demosi sesuai Surat Keputusan Bersama Wakil Direktur Utama dan Direktur Utama PT. Samator Gas Industri No.
167/SK/PMPD/SMTG/VIII/2021, tertanggal 31 Juli 2021, yang berlaku per tanggal 01 Agustus 2021, dengan keterangan, pada pokoknya menyatakan, Penggugat di demosi menjadi Staff Human Capital dan General Affair pada PT. Samator Gas Industri Kota Banjar Baru Provinsi Kalimantan Selatan dengan penurunan Jabatan dari sebelumnya Penggugat menjabat sebagai Manager Proyek menjadi Staff dan penurunan golongan golongan 9 menjadi golongan 6.

Berdasarkan hal diatas, pihak Penggugat tidak mau dikarenakan ini bukan bidangnya, yang kedua mutasi itu terlalu singkat waktunya yang membuat Penggugat tidak siap dan akhirnya diberhentikan bekerja.

Adapun, isi gugatan tersebut, yakni, meminta uang penghargaan masa kerja sebesar 399 Juta dan ditambah uang BPJS ketenagakerjaan.      MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending