Connect with us

Hukrim

Jagoan Neon Raka Budi Prambada Bersama Temannya Sasak Korban Dengan Celurit Diadili

Published

on

Surabaya-basudewabews.com, Raka Budi Prambada beserta 3 rekannya, sasak korban dengan celurit mengakibatkan, Iqbal (korban) alami 7 luka bacok di punggung dan dada hingga jalani operasi besar di Rumah Sakit (RS) selama sepekan berbuntut para pelaku jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (4/7/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya, Diah Ratih Hapsari, menghadirkan, Iqbal dan Era Artha guna dimintai keterangannya sebagai saksi.

Iqbal (korban) di hadapan Majelis Hakim, M. Taufik Tatas, menyampaikan, pada Desember tahun 2021, di jembatan Pogot Surabaya, saya usai dari rumah neneknya lalu nongkrong bersama teman-temannya.

Selang beberapa waktu kemudian, terdakwa bersama temannya dalam jumlah yang banyak secara tiba-tiba mengeroyoknya.

Akibatnya, saya kena luka bacok di bagian punggung dan dada juga kepala.
Saksi kena luka bacok clurit di bagian punggung dan kepala.
” Saya harus rawat inap di RS selama sepekan ,” ungkapnya.

Sedangkan, Era Artha (bibi korban) dalam keterangannya, menyampaikan, dirinya, diberi kabar teman teman korban kalau Iqbal (keponakan) sedang di RS.Dr.Soetomo Surabaya.

Dari informasi tersebut, diketahui Iqbal terluka karena di keroyok terdakwa. Mengetahui hal tersebut, lantas saya langsung ke IGD RS.Dr.Soetomo, dan salah satu dokter yang menangani Iqbal (korban) agar secepatnya dilakukan operasi besar lantaran, terdapat banyak udara yang masuk ke paru-paru.
” Iqbal harus secepatnya dilakukan operasi dan dokter meminta persetujuan guna tanda tangan ,” bebernya.

Selanjutnya, setelah saya lakukan tandatangani dan operasi selesai dilakukan
Iqbal harus jalani rawat inap selama hampir dua pekan.

Atas keterangan kedua saksi diatas, terdakwa mengamini keterangan para saksi.

Untuk diketahui, dalam layanan SIPPN Surabaya, pada hari Senin (27/12/2021), Andik Sanjaya dijemput oleh, Raka Budi dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Mio warna hitam. Kemudian terdakwa mengambil 2 buah clurit di atap warung base camp ” Warjok ” milik Raja Budi dan miliik Andik Sanjaya.

Lebih lanjut, mereka berangkat dan terlibat bentrok. Tampak dari kejadian terdakwa menyerang Iqbal (korban) dan teman-temannya. Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 2 ayat (1) Undang- Undang Darurat No.12 Tahun 1951.      MET.

 

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending