Connect with us

Hukrim

Selama 36 Tahun Tidak Digaji Caecilia Cari Keadilan Di Pengadilan Negeri Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Caecilia Ni Ketut Sresti (68) melalui, Penasehat Hukumnya, Evy Susantie, melakukan upaya hukum gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terhadap Amin Widodo dan Haryo di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jumat (01/07/2022).

Penasehat Hukum Caecilia, saat ditemui mengatakan, bahwa, perkara ini bermula Caecilia mengenal Inge Wibisono (Alm) pada tahun 1980, saat berkerja sebagai perawat di Rumah Sakit RKZ atau Rumah Sakit St. Vincetius St. Paulo Surabaya.

Kemudian Inge mengajak Caecilia untuk menemani berobat ke Singapura. Karena melewati masa cuti sebagai perawat di Rumah Sakit tersebut, Caecilia mendapat teguran.

Selanjutnya, Inge Wibisono (Alm) menawari berkerja dirumahnya sebagai perawat pribadinya dengan kesepakatan gaji sebesar 3 Juta per-bulan.

Pada medio Oktober 1984, Caecilia mulai bekerja dan saat itu Inge Wibisono, mengatakan, untuk gaji dititipkan sebagai tabungan hari tua dan jika memerlukan atau membutuhkan uang bisa pinjam (Kas-Bon). Gaji yang belum dibayarkan sekitar 1.2 Milyard.

Berdasarkan hal diatas, Caecilia melalui, Penasehat Hukumnya, melakukan upaya hukum gugatan PMH terhadap Amin Widodo dan Haryo untuk membayar kerugian materiil dan immaterial sebesar 2.2 Milyard.

Bila setelah ada putusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap ((Inkracht Van Gewisjde), yang menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (Consevatoir Beslag) atas sebidang tanah dan bangunan yang terletak di Jalan Cisadane No. 54 Surabaya.

Masih menurut Evy Susantie, selain melakukan gugatan PMH pihaknya, juga melakukan pengaduan kepada pihak kepolisian Polrestabes Surabaya, pada (6/6/2020) lalu, terkait adanya dugaan sebuah tindak pidana penipuan sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP.      MET.

 

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending