Connect with us

Peristiwa

Truck Nopol AD 1478 LV Parkir Sembarangan Akibatkan Pengendara Motor Meninggal

Published

on

Surabaya –basudewanews.com, Truck misterius dengan Nopol AD 1478 LV Parkir sembarangan di pinggir sungai dan memakan bahu jalan mengakibatkan pengendara motor meninggal dunia. Peristiwa tersebut, terjadi pada Minggu (22/6/2022) di Jalan.Medokan Ayu Surabaya.

Menurut Ermawan salah satu Nara sumber yang mengetahui secara persis kejadian kepada basudewanews.com, mengatakan, saat itu, saya bersama anak setelah belajar kelompok, berjalan beriringan saat hujan lebat pengendara motor (korban) mungkin tergesa-gesa dan terdengar Brak.
” Karena kondisi hujan dan gelap tiba-tiba terdengar Brak. Saya antar anak pulang lalu kembali ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), masih sepi kemudian ada petugas Polsek Rungkut ,” tuturnya.

  • Truck nopol AD 1478 LV Parkir Sembarangan Akibatkan Hilangnya Nyawa Seseorang.

 

Ermawan, menambahkan, yang mengakibatkan kecelakaan truck-nya yang salah karena sebenarnya, tidak boleh parkir di sini !.

Lebih lanjut, hingga kejadian ini, pihak Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT) Medokan Ayu, belum mengetahui siapa sopir atau pemilik truck tersebut.

Sementara, Eko Santoso, salah satu petugas saat di TKP, dalam keterangannya, mengatakan, pengendara motor yakni, Etna Setiyanti. SH. (korban meninggal) dengan identitas diri bertempat tinggal di Krukah Selatan Surabaya.

Masih menurutnya, kalau pemilik truck masih dicari dan belum diketahui.

Hal lainnya, truck tidak diperbolehkan parkir disini karena bukan kelasnya. Pak RW sendiri juga tidak mengetahui siapa pemiliknya.

Sementara, Totok selaku, Ketua RW mengatakan, waktu kejadian saya di luar dan mendapat informasi ada kecelakaan yang akibatkan korban meninggal.

Terkait, truck dari kemarin sudah parkir di sini.
” Saya sudah firasat kurang enak dari kemarin. Saya selaku, pengurus belum mengetahui siapa pemiliknya?,” ujarnya.

Ini truck sudah kelasnya tronton tidak dibenarkan parkir di area RT V, RW VI Kelurahan Medokan Ayu Kecamatan Rungkut Surabaya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending