Connect with us

Daerah

SK Pertina Aru. Akhirnya Diterbitkan Pengprov Maluku

Published

on

Kepulauan Aru-basudewanews.com, Sekian lama Pengurus Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kabupaten Kepulauan Aru, tidak aktif, tidak ada atlet tinju amatir sebagai panutan anak-anak muda, tidak ada lagi penyelenggaraan tinju dan tidak ada lagi penonton bisa hadir di arena bahkan berhenti seolah-olah penundaan yang tiada berujung. Kini, beberapa kalimat yang tersemat diatas layak dikesampingkan.

Harapan baru dengan menjaga gairah agar semarak dunia tinju Amatir di Maluku, kembali terlahir juga tantangan besar menanti seberapa efektif para pengurus Pertina Aru, yang baru bisa mengembalikan sisi prestasi di era Bupati Tedy Tengko (almarhum).

Asa baru, yang dimaksud adalah Pengprov Maluku telah menerbitkan SK Pertina serta
mantan Ketua Pertina Aru, Ongky Nanulaita, telah menunjuk Hein Warkor untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Pertina Aru.
” Perjuangan panjang untuk membangkitkan kembali tinju Amatir di Aru, maka saya serahkan kepemimpinan guna dipikul oleh, Hein Warkor dengan harapan agar timbul inisiatif beberapa atlit senior tinju Amatir untuk kembali berlaga ,” ungkap Ongky Nanulaita.

Perihal resminya SK maupun penyerahan kepemimpinan dari Ongky Nanulaita kepada Hein Warkor sebagai Ketua Pertina Aru, ditanggapi secara serius oleh, Ketua Pertina dan KONI Maluku, Ramli Umasugi.

Adapun, yang disampaikan Ramli Umasugi kepada basudewanews.com, yakni, sebuah penantian yang cukup panjang bagi atlit petinju amatir di daerah Maluku, karena vakum. Kini, dengan adanya SK serta Ketua Pertina yang baru, diharapkan akan kembali menggairahkan para atlit di daerah untuk bisa tampil kembali berlaga guna mewakili beberapa wilayah di Indonesia.
” Dengan adanya dorongan dari mantan Ketua Pertina Aru, Ongky Nanulaita, berupa penyerahan tampuk kepemimpinan terhadap Hein Warkor, diharapkan bisa membangkitkan kembali para pengurus guna aktif di Pertina Aru ,” ujarnya.

Menurut salah satu nara sumber yang namanya tidak ingin dicantumkan, mengatakan, sangat disayangkan, kalau tinju Amatir di Aru, Vakum (berhenti). Pasalnya, banyak sekali anak anak muda yang ingin untuk berlatih tinju tapi entah mau latihan di mana ?.
” Bakat maupun hobi anak-anak muda mau disalurkan ke mana ?. Sementara, sasana tinju dan pengurus Pertina tidak ada ,” ungkapnya, kepada Basudewanews.com, saat berada di Warkop Jalan. Cendrawasih
Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau-pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru, pada Sabtu (25/05-2022).

Lanjut Nara sumber, di era Bupati, Tedy Tengko (almarhum), tinju di Aru, dari sisi prestasi sangat top. Bahkan Aru, pernah mendapat Juara Umum Walikota Cup Tahun 2008.

Di tahun 2010, dunia tinju pernah diselenggarakan kejuaraan Tinju di Dobo. Sayangnya, setelah itu, penyelenggaraan kejuaraan tinju sudah tidak terdengar lagi di Aru.
” Semuanya bungkam entah kenapa ?. Padahal mantan atlit tinju masih ada di kota Dobo. Maka Nara sumber berharap, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, jangan tutup mata untuk membantu mereka Pengurus Pertina karena Tinju adalah salah satu mata olah raga bergengsi di Indonesia bahkan dunia ,” pungkasnya.
Kabiro Maluku.

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending