Connect with us

Hukrim

Tan Tjong Hwie Alias Edward Kembali Diadili Untuk Yang Kedua Kalinya

Published

on

Surabaya –basudewanews.com, Tan Tjong Hwie Alias Edward jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, untuk yang kedua kalinya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya atas dugaan tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP.

Melalui layanan SIPPN Surabaya, Tan Tjong Hwie ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, terjerembab dalam 2 perkara yang sama. Di perkara sebelumnya, Edward ditangani oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Siska. Sedangkan, untuk perkara yang kedua kalinya ditangani oleh, Neldy Denny.

Dalam perkara yang kedua kalinya, pada persidangan yang bergulir pada Rabu  (22/6/2022), JPU, menghadirkan, Ir.Albinus Onekhesi Daeli guna sampaikan keterangan sebagai saksi korban. Adapun, yang disampaikan yakni, saat itu terdakwa, datang ke tempatnya di Jalan.Rungkut Lor V blok K Surabaya.
” Terdakwa menawarkan sebuah mobil Honda Brio warna merah dengan plat Nomor L 1505 G senilai 135 Juta ,” paparnya.

Masih menurut saksi, lantaran tertarik maka dari harga 135 Juta, dirinya memberi uang 90 Juta sebagai Down Payment (DP) kepada terdakwa.

Lebih lanjut, saksi akan melunasi jika terdakwa sudah memberikan BPKB.

Namun, sesuai kesepakatan, BPKB tak kunjung diberikan oleh terdakwa maka saksi mencoba menghubungi terdakwa melalui, layanan telepon seluler. Sayangnya, telepon seluler terdakwa tidak pernah aktif sehingga saksi menghubungi istri terdakwa.

Dari keterangan istri terdakwa, telah diketahui jika mobil tersebut ternyata mobil Rent Car.
“ Tatkala saya hubungi istrinya terdakwa, disampaikan mobil yang dijual itu adalah mobil Rent Car, sembari berpesan, jika suaminya sudah ditangkap pihak Polsek Lakarsantri Surabaya. Akhirnya, saya temui terdakwa di kantor polisi, pas saya tagih bilang ke saya tidak ada (BPKB),” ujarnya.

Diujung keterangannya, saksi bertanya terhadap Majelis Hakim, Erin Tuah Damanik, apakah uangnya bisa kembali ?.

Atas pertanyaan tersebut, Majelis Hakim menyarankan saksi guna melakukan gugatan secara perdata.
“ Ya !, gugat perdata, biar eksekusinya jelas dan bisa disita uangnya,” tutur Damanik.
MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending