Connect with us

Daerah

Pelaksanaan Mekanisme Operasional Program Bangga Kencana

Published

on

Kepulauan Aru-basudewanews.com, Kegiatan Mekanisme Operasional Program Bangga Kencana melalui rapat koordinasi Kecamatan (Rekorcam) dan Rapat Kordinasi Desa (Rakordes) ) dalam Mini Loka Karya ( Minilog ) Tahun 2022, bertempat di Gedung  Lantai II Kantor BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Jalan.Pemda II Kelurahan Siwa Lima Kecamatan Pulau Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru pada 22/05-2022.

Melalui pantauan di lapangan, sesi pembacaan sambutan Bupati Kepulauan Aru tampak di wakili oleh, Asisten I Setda Yeheskel Dumgair, berupa, mengacu kepada peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 19 tahun 2008 tentang kecamatan menjelaskan, kecamatan merupakan, perangkat daerah kabupaten/kota sebagai pelaksanan teknis kewilayahan yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh camat yang meliputi, melakukan koordinasi dengan SKPD dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintah, melakukan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dengan SKPD dan instansi vertikal di bidang penyelenggaraan kegiatan pemerintah, melakukan evaluasi dan melaporkan kegiatan pemerintah di tingkat kecamatan kepada walikota.

Salah satu pelaksanaan tugas pemerintahan  yaitu, untuk meningkatkan kualitas layanan publik terutama di bidang kesehatan melalui, penyelenggaraan kegiatan pertemuan lintas sektor terkait dengan perbaikan kinerja layanan di puskesmas yakni, puskesmas Siwalima sebagai wadah diskusi dan menjaring informasi permasalahan kesehatan dan timbal balik/evaluasi dari program dan kegiatan yang telah dilaksanakan sebagai dasar untuk perencanaan kegiatan puskesmas di tahun yang akan datang.

Masih menurut Yeheskel, ada tiga pilar utama yang paling diprioritaskan oleh, pemerintah saat ini untuk dibangun yaitu, pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
” Di bidang kesehatan, Pemerintah telah mewujudkan berbagai terobosan agar derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat. Namun guna mencapai hal tersebut, puskesmas selaku, ujung tombak Dinas Kesehatan tidak dapat bekerja sendirian , puskesmas memerlukan kerja sama yang baik dengan bapak ibu sekalian agar tujuan tersebut dapat tercapai ,” ujarnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, saya mengajak semua pihak yang terkait untuk turut ambil bagian sesuai bidangnya masing-masing. Sehingga program yang disusun oleh Pemerintah dapat terlaksana dan tercapai sesuai target yang telah ditentukan.

Pertemuan ini juga sebagai upaya peningkatan kerjasama lintas sektor yang juga menentukan dalam proses Re-Akreditasi tiap-tiap puskesmas.

Setelah melaksanakan Akreditasi di tahun 2019 dan Puskesmas Siwalima mendapat Strata Utama, maka sesuai amanat peraturan menteri kesehatan Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas dijelaskan, bahwa Puskesmas akan di akreditasi setiap 3 tahun sekali.

Puskesmas Siwalima di Tahun ini, kembali melaksanakan Re-Akreditasi atau akreditasi tahap 2, oleh sebab itu mohon dukungan lintas sektor untuk dapat sama-sama menyukseskan penilaian kedua Puskesmas Siwalima di tahun ini dengan harapan semoga bisa naik strata menjadi Paripurna.

Diujung pertemuan tersebut, Yeheskel berpesan, permasalahan yang terjadi di lapangan dan pemecahan permasalahannya serta peluang, tantangan yang dihadapi dari eksternal organisasi puskesmas dengan melihat pada kekuatan dan kelemahan yang ada dalam internal penyelenggara pelayanan kesehatan khususnya, di Puskesmas Siwalima.
” Saya sampaikan, agar selalu memohon petunjuk Tuhan Yang Maha Esa untuk kegiatan pertemuan lintas sektor terkait dengan perbaikan kinerja puskesmas. Kita sekalian dalam limpahan berkat Tuhan mengabdikan diri kepada bangsa, negara dan daerah ,” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending