Connect with us

Hukrim

Kakek Nenek Jarah HP Dan Uang Dengan Cara Sobek Tas Korban

Published

on

Surabaya -basudewanews.com, Abdul Gofar dan Zainah Munah adalah kakek nenek yang sekongkol menjarah isi tas Erina Windihati (korban) di depan Tugu Pahlawan (pasar tugu pahlawan) Jalan.Pahlawan Surabaya, ditetapkan sebagai terdakwa dan jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (15/6/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Dewi Kusumawati dalam dakwaannya, kedua terdakwa disangkakan telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana yang diatur dalam pasal 363 ayat (1) KUHP.

Selanjutnya, JPU menghadirkan Erni Windihati sebagai saksi korban guna menyampaikan, keterangan. Adapun, yang disampaikan saksi yakni, 2 bulan yang lalu sepulang di pasar ketemu temannya kemudian diajak ke tempat penjual baju di pasar Tugu Pahlawan Surabaya.

Setiba dilokasi, tanpa disadari tas saya, sobek dan isinya berupa uang, SIM C dan Hp raib.
” Mengetahui tasnya sobek maka dibuang begitu saja dan saya langsung ke Jalan. Pemuda Surabaya, dengan maksud mengurus kartu Sim Card XL ,” beber saksi.

Selanjutnya, saat sampai di rumah, anak saya memberitahu jika Handphone nya saat ini ada di Polsek Asemrowo Surabaya.
” Info tersebut, setelah suaminya berupaya menelpon ternyata yang menerima pihak kepolisian dan suami memberitahu ke anak saya ,” ungkap saksi.

Usai mendengarkan keterangan saksi,kedua terdakwa mengamini.

Sesi berikutnya, agenda pemeriksaan bagi kedua terdakwa. Di awal keterangan, Abdul Gofur (terdakwa) mengatakan, dirinya hanya mengikuti yang ambil Munah. Usai melancarkan aksinya, saat itu juga kami berdua ditangkap polisi.   MET.

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending