Connect with us

Hukrim

Satpam Hajar Majikan Gegara Dituduh Matikan Listrik Berujung Ke Meja Hijau

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang perkara dugaan aniaya majikan yang disangkakan terhadap Herie selaku, satpam bergulir di ruang Kartika Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (14/6/2022).

Dipersidangan,Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Fathol, dalam dakwaan, menyatakan, bahwa Herie ditetapkan sebagai terdakwa lantaran, disangkakan atau dianggap telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana yang dijeratkan JPU, yaitu, pasal 351 ayat 1 KUHP.

Usai bacakan dakwaannya, JPU menghadirkan, Ardi Harijanto selaku, korban guna dimintai keterangan sebagai saksi. Adapun yang disampaikan, yaitu, saksi yang tinggal di Jalan.WR.Supratman 88 Surabaya,
menjadi korban atas keberingasan terdakwa yang bekerja sebagai Satpam.

Ikhwal permasalahan disampaikan, saksi, saat dirumahnya terjadi listrik padam. Mengenai perihal tersebut, saksi meminta terdakwa guna membantu menyalakan listrik melalui MCB. Sayangnya, listrik malah kerap menyala lalu padam hingga berulang-ulang.

Gegara listrik kerap menyala lalu padam berulang ulang. Sehingga, memunculkan firasat adanya kesengajaan yang dilakukan terdakwa.
” Saya menuding terdakwa sengaja melakukannya karena dirumah tidak ada orang lain selain saksi dengan terdakwa ,” tutur saksi.

Selanjutnya, saat lampu kembali mati saksi bermaksud keluar rumah guna menyalakan listrik melalui MCB dan tanpa disengaja secara tiba-tiba terdakwa menyerang dengan memukulkan besi ke saksi.
” Ketika saya membuka pintu rumah, terdakwa langsung memukuli saya Yang Mulia hingga berakibat dirinya terpaksa patah tulang rusuk hingga alami gegar otak ringan ,” beber saksi.

Menjadi korban keberingasan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, saksi mengatakan, diduga terdakwa akan membunuh saya.

Lebih lanjut, atas kejadian tersebut, memaksa saksi harus menuju Rumah Sakit Siloam guna memeriksakan diri.
Hasil pemeriksaan tulang rusuk saya patah dan saya alami sakit.
” Saya tidak bisa tidur juga tidak bisa duduk dan saya merasakannya hingga 2 bulan ,” papar saksi.     MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending