Connect with us

Hukrim

Rakoes Nasi Goreng Marak Dalam Pemberitaan Melalui, Penasehat Hukumnya Winata Tedja Sampaikan Klarifikasi

Published

on

Surabaya –basudewanews.com, Marak di pemberitaan PT.Rombong Sukses Bersama (RSB) atau Rakoes Nasi Goreng melalui, Penasehat Hukumnya, Winata Tedja Klarifikasi dihadapan para awak media saat berada di Pengadilan  Negeri Surabaya, Senin (14/6/2022).

Diruang pers room, Winata Tedja mengatakan, berita ini sudah viral dan menurutnya, semua pemberitaan ini tidak benar atau merupakan pembohongan publik.

Lebih lanjut, Winata mengingatkan, bahwa pihaknya, akan menempuh upaya hukum secara pidana maupun perdata lantaran, nama kliennya, hancur terkait pemberitaan miring yang seakan-akan telah terjadi dugaan tindak pidana penipuan.

Dalam hal tersebut, pihaknya, merasa dirugikan karena ada beberapa member yang berencana mendaftar karena marak di pemberitaan maka para member memilih mundur.
” Banyaknya member yang mundur seolah-olah pihaknya, menerima biaya promosi sebesar 500 Ribu ,” ungkapnya.

Masih menurutnya, Winata mengingatkan kepada Alicia Adityo, kami berikan kesempatan dalam sepekan dari hak jawab ini, kami berikan agar Alicia Adityo maupun beberapa media yang telah mengunggah pemberitaan guna meminta maaf kepada klien kami, karena laporan tersebut, sangat ngawur.

Dasar Winata Tedja, mengatakan, ngawur  yaitu, semua ada bentuk perjanjiannya, bukan tidak ada perjanjian, komplit ini semuanya.

Winata Tedja menambahkan, bila permasalahan ini, dikatakan dalam perjanjian Wan-Prestasi juga tidak ada, uang promosi 509 ribu, juga mana uangnya ?.

Sedangkan, menyinggung terkait, Giselle sebenarnya, tidak terkait dalam masalah ini.
” Giselle hanya sebagai Endors saja !, selebihnya, tidak ada ,” ungkap Winata.
MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending