Connect with us

Hukrim

Tolak Saksi Kunci Dibacakan JPU Majelis Hakim Pertegas Agar Dipanggil Paksa

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, perkara yang menjerat Notaris Devi Chrisnawati sebagai terdakwa atas sangkaan tindak pidana penggelapan sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal  378 KUHP, kembali bergulir dengan agenda Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Dedy Arisandi menghadirkan 2 orang saksi di persidangan Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/6/2022).

Dipersidangan tersebut, JPU menghadirkan,
2 orang saksi yakni, Budi Suhermawan dan
Doni Suharto. Adapun, Budi Suhermawan mengawali keterangannya, berupa, bahwa dirinya, pernah memberi keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian.

Di keterangan tersebut, terkait 2 agunan Grosse Akta pendaftaran Kapal milik Lie Chandra No. 7272 “Kapal KM. Vando VI” tanggal 22 Juli 2014 dan Grosse Akta Pendaftaran Kapal No. 2645 “Kapal Tongkang Spa 30002” tanggal 4 Desember 2012 kepada Bank BNI yang seharusnya, dijadikan sebagai jaminan hipotek.

Lantaran, terdakwa sebagai Notaris dan adalah rekanan bank BNI maka 2 akta agunan diatas, diserahkan ke terdakwa. Lantaran, terdakwa sebagai Notaris dan adalah rekanan bank BNI serahkan terdakwa guna kepengurusan Biaya Balik Nama (BBN).

Sayangnya, hingga perkara ini naik kemuka persidangan, terdakwa belum menyelesaikan tugasnya. Padahal, atas 2 agunan tersebut, bank BNI sudah memberikan pencairan sebesar 11 Milyard.

Dengan peristiwa diatas, bank BNI merasa dirugikan karena agunan tidak dikembalikan bahkan terdakwa tidak menyelesaikan sebuah pekerjaannya.

Sedangkan, Doni Suharto dalam keterangannya, mengatakan, tidak kenal dengan terdakwa.
” Saya dari cabang pembantu sebagai operasional di bank Jatim ,” ucapnya.

Setahu saksi, terdakwa jalani proses hukum terkait, cek kosong.
” Ada 3 cek kosong dari terdakwa yang ditolak karena saldo tidak mencukupi ,” ungkap saksi.

Saksi menambahkan, terdakwa mengeluarkan 10 cek kosong sekitar Mei 2020.

Atas keterangan kedua saksi di kesempatan yang diberikan Majelis Hakim, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Diujung persidangan, Majelis Hakim menolak JPU yang berencana akan membacakan keterangan saksi kunci.

Dalam hal ini, terdakwa oleh, JPU dijerat sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 378 KUHP.      MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending