Connect with us

Hukrim

Ngaku Anak Kyai Pemilik Pesantren Ahmad Hanif Bin Koesrin Tipu Dosen Unair 1,5 Milyard

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Ahmad Hanif bin Koesrin ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum lantaran, perbuatannya, diduga, menawarkan lahan parkir di pasar Sidoarjo ternyata fiktif. Tidak hanya itu, I Ketut Budha juga ditetapkan sebagai terdakwa dalam berkas terpisah lantaran, Dr.Lanny Ramli salah satu dosen Universitas Airlangga Surabaya, menjadi korban hingga uang sebesar 1,5 Milyard raib.

Proses hukum bagi terdakwa, dengan agenda Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Dewi Kusumawati, menghadirkan, korban sebagai saksi guna menyampaikan keterangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/6/2022).

Adapun, keterangan Dr.Lanny Ramli yakni, ikhwal perkenalan dengan terdakwa dari salah satu rekannya yaitu, Ali Badrowi.

Setelah perkenalan terdakwa menawarkan hak pengelolaan lahan parkir di pasar Sidoarjo, kemudian diadakan pertemuan di Cafe TOS di Sepanjang Taman Sidoarjo. Dalam pertemuan, tampak Ali Badrowi, korban, terdakwa dan I Ketut Budha (berkas terpisah) yang mengaku, pemilik PT. Bangun Persada Nasifinta (BPN) selaku, pemenang proyek pembangunan dan pengelolaan pasar Sepanjang Taman Sidoarjo, lalu mengajak saksi (korban) untuk ikut berinvestasi lahan parkir di pasar Sepanjang dengan persyaratan harus memberikan uang sebagai investasi sebesar 1,5 Milyard.

Selain itu, terdakwa menyampaikan terhadap saksi (korban), adalah anak dari salah satu Kyai di Jawa Tengah yang memiliki pesantren.

Selanjutnya, terdakwa maupun I Ketut Budha pemilik PT.BPN menjanjikan saksi (korban) akan mendapatkan hak pengelolaan lahan parkir selama 25 tahun. Sayangnya, setelah uang diserahkan secara tunai terhadap terdakwa justru, malah tampak tidak ada kejelasan bahkan saksi kerap mencari terdakwa beberapa hari di salah satu hotel di Sidoarjo guna meminta uang investasi nya dikembalikan.

Upaya saksi (korban) ternyata, sia-sia karena saksi pernah diberi 3 lembar cek kosong.

Masih menurutnya, diperkirakan saksi (korban) uang hasil menipu di simpan terdakwa dengan nama lain.

Atas perbuatannya, JPU menjeratnya sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.     MET.

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending