Connect with us

Daerah

Uskup Diosis Amboina Memupuk Generasi Bangsa Lintas Agama Guna Menjadi Khas Masyarakat Aru

Published

on

Kepulauan Aru-basudewanews.com, Kunjungan perdana Uskup,Diosis Amboina Mgr. Seno Inno Ngutra, di wilayah kabupaten Kepulauan Aru, disambut oleh, Bupati Kepulauan Aru, dr.Johan Gonga beserta Wakilnya, Ketua DPRD Kabupaten Aru, Kepulauan Aru, Udin Belsigaway juga Kapolres Kepulauan Aru, AKBP.Sugeng Kundarwanto beserta Wakilnya dan para stakeholder Kepulauan Aru, di Bandara Rar Gwamar Dobo, Jumat (3/6/2022).

Tampak dilapangan, rombongan Uskup Dosis Amboina keliling kota Dobo dari Gereja satu ke Gereja lainnya. Tak hanya itu, Masjid pun juga turut dikunjungi guna bertemu semua jemaat maupun generasi bangsa lintas agama.

Melalui pantauan tim basudewanews.com, dalam kunjungan tiap gereja Uskup Dosis Amboina melaksanakan doa pemberkatan terhadap jemaat Katholik dan benda-benda rohani.

Sedangkan, tatkala di GPM Sumber Kasih Marbali,Uskup Diosis Amboina menyampaikan, kita pernah melalui sejarah yang panjang dan kita adalah produk dari sejarah itu sehingga, ketika di zaman ini tentunya kita tidak bisa berbicara lagi tentang siapa benar siapa yang salah, siapa yang hebat, siapa yang tidak hebat.

Tetapi kita berbicara tentang bagaimana kita bersatu supaya orang percaya bahwa kita adalah murid-murid Kristus walaupun berbeda gereja.

Karena itu saya tadi cerita, bahwa Nenek saya dari pihak Bapak adalah seorang Protestan dari Ohoitel besar karena itu masa kecil saya ketika libur saya lebih banyak menghabiskannya untuk tinggal bersama nenek dan om. Semua Protestan, sementara salah satu paman saya dari mama saya, menjadi muslim dan tinggal di kota Ellat.

Karena itu saya berada di tengah-tengah sebagai seorang Katolik untuk berelasi dengan orang bersaudara agama lain tentunya, bagi saya hal ini sudah tidak lazim lagi. Untuk itu ketika terpilih menjadi Uskup, saya punya ide bagaimana menyatukan semua orang, terutama umat beragama.

Maka ketika datang kunjungan ke Kei, dan Tanimmbar, saya menggandeng para tokoh agama ketua sinode, parisada Hindu, dan walubi. Beliau sudah tua jadi dia tidak bisa jalan jauh-jauh lagi.

Saya dan ketua sinode punya relasi yang sangat akrab di 5 tahun terakhir ini karena kami dalam 2 periode sebelumnya kami sama-sama sekretaris.

Beliau adalah sekretaris sinode dan saya adalah sekretaris keuskupan Amboina. Sehingga ketika hadir dalam pertemuan pertemuan resmi lalu kami berdua-lah yang mewakili.

Karena itu kami berdua biasanya memanggil saja tidak memanggil dengan sebutan Bapak Ketua, tetapi kami selalu menyapa brother satu dengan yang lain.

Saya selalu di mana-mana senang untuk bercerita, kami dua punya relasi jadi ketika kami dua sama-sama sekertaris umum beberapa tahun lalu pada akhir 2020 saya ganggu Ketua Sinode dengan mengatakan, sesuai Feeling suatu waktu beliau jadi ketua Sinode.

Demikian juga sebaliknya, beliau mengatakan, suatu saat nanti brother akan menjadi uskup menurut feeling saya.

Waktu bergulir terus dan sekitar bulan April lalu beliau terakhirnya terpilih menjadi Ketua Sinode walaupun saya tahu waktu itu dalam sambutannya, tidak lupa menyebutkan orang-orang Aru.

Ketua Sinode selamat untuk jabatan baru sebagai ketua serta selamat juga untuk bersusah-susah mengalami pengatur para pendeta, karena pasti susah mengatur para pendeta yang paling banyak ini.

ketika saya juga, diangkat diumumkan secara resmi menjadi uskup Amboina, Ketua Sinode GPM juga memberikan ucapan selamat dan sambil bercanda, selamat untuk pengangkatan menjadi Uskup Amboina, dan selamat juga mari kita sama-sama susah karena kita juga tahu bahwa kau akan susah atur para pastor.

Sebagai orang Indonesia walaupun, berbeda agama dan keyakinan tetapi kita setelah menjadi warga negara Republik Indonesia dan teristimewa lagi orang bersaudara dalam kekristenan karena itu ada dua program penting yang saya gagas dan saya undang teman-teman juga toko-tokoh agama untuk kita jalan sama-sama yakni, jalan sama-sama seperti ini.

Program pertama yakni, akan selalu bergandengan tangan dengan para tokoh agama untuk mempersatukan seluruh umat beragama. Segera menyebarkan hidup rukun, bersahabat, damai seperti yang kita datang di sini. Maka kita berharap, bahwa jemaat-jemaat di akar rumput juga harap melihat contoh dan teladan yang kita buat sehingga anda pun hidup damai hidup rukun dan tentram.

Saya selalu menginginkan,bahwa anak-anak dari latar belakang agama yang berbeda mereka kumpul bersama lalu dunia anak-anak bergoyang dan lain sebagainya. Kalau sudah di pupuk dari kecil untuk selalu hidup rukun, apapun agamanya, apa gerejanya, yang ada adalah suka-cita dan kegembiraan.

Setiap tahun pasti saya akan turun ke Aru, dan saya menginginkan, bahwa setiap turun di kota Dobo kegiatan anak lintas agama selalu menjadi ciri khasnya.

Harapannya, kalau sekarang mereka kita membina untuk tahu bahwa mereka menghormati perbedaan maka 5 atau 10 tahun ke depan, saya yakin tidak ada lagi perkelahian antar Jemaat, antar umat beragama. Jadi itu yang saya gagas .

Saya harap sekarang lebih baik kita berjalan bersama-sama, bergandengan tangan, tentunya masing-masing meyakini kebenaran agamanya, gerejanya, tetapi hendaknya tidak menjadi sekat atau menjadi pembatas.
” Mari kita bergandengan tangan untuk negeri ini, untuk terutama masyarakat yang ada di bumi ini ,” pungkasnya.
Kabiro Maluku.

 

Daerah

Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang Aremania Serentak Aksi Turun Jalan

Published

on

Basudewa – Malang, Aremania serentak melakukan aksi turun jalan hampir di semua ruas jalan raya. Aksi tersebut, dimulai dari pukul 11.47 WIB, pada Minggu (27/11/2022).

Aremania tampak berkumpul dan menutup pintu tol Karanglo Under Pass (pintu keluar tol Karanglo – Singosari).

Aksi turun jalan berdampak para pengguna jalan terpaksa tidak bisa melewati jalan Under Pass sehingga, pengguna jalan dari arah kota Malang (selatan) diarahkan ke jalur barat (arah kota Batu). Sedangkan, pengguna jalan yang dari arah barat diarahkan ke Utara.

Aremania berkumpul di depan sekolah SMKN Singosari Jalan. Mondoroko Kecamatan Singosari.
Selanjutnya, Aremania melakukan longmarc membuat Jalan tol Karanglo terhenti total.

Tampak dilapangan, aksi turun jalan Aremania kali ini, memicu beberapa
pengguna jalan yang menggerutu atas
kegiatan ini (dikarenakan) tidak adanya
pemberitahuan ke publik.

” Tidak tahu ada aksi Aremania mas ! ,”‘ tutur
Andi pengguna jalan yang terjebak macet.

Selain, menggelar aksi turun jalan tersebut, Aremania juga menggelar doa bersama yang tampak disertai oleh, beberapa aparat kepolisian setempat.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending