Connect with us

Daerah

Kejari Aru Tetapkan Tersangka Kasus Proyek Puskesmas Karaway

Published

on

Kepulauan Aru-basudewanews.com,  Perjuangan keras Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru, dalam penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Karaway Kecamatan Aru Tengah Timur Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi  Maluku Tahun 2018 dengan anggaran 5.785 Milyard, pihak Kejari Aru, telah resmi menetapkan 2 tersangka.

Penetapan 2 tersangka atas dugaan korupsi pembangunan puskesmas Karaway, disampaikan, langsung oleh, Kepala Kejaksaan Negeri Aru, Parada Situmorang,  pada Kamis (2/6/2022).

Sementara Kasi Intelijen Kejari Kepulauan Aru, Romi Prasetiya, kepada basudewanews.com, mengatakan, penetapan kedua tersangka masing – masing  Ruhul Batja (RB) dan Indra J Sely (IJS) karena perbuatan para tersangka telah memenuhi dua alat bukti yang mengakibatkan terdapat kekurangan volume progres pembangunan puskesmas karaway. ” Perbuatan para tersangka menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar 4 Milyard ,” ucapnya.

Lebih lanjut, melalui keputusan tim penyidik yang diketuai oleh Kasi Pidsus Kejari Aru, Sesca Taberima, dalam gelar perkara hari ini memutuskan yang dapat di mintai pertanggungjawaban pidana yakni, Ruhul Batja (RB) selaku, PPK dalam proyek Dinas Kesehatan Kepulauan Aru dan Indra J Sely (IJS) selaku, penyedia barang PT. Pratama Godean Jaya.
” Kedua tersangka telah disangkakan melanggar pasal 2 ayat 1 Juncto Pasal 18 subsidair pasal 3 Juncto pasal 18 Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dan di tambah dengan Undang-Undang RI nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP ,” ucap Prasetiya.

Masih menurut, Romi Prasetya, rencana hari ini, Ruhul Batja (RB) akan dilakukan penahanan oleh penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru selama 20 hari ke depan di Rutan Polres Kepulauan Aru.

Sedangkan, untuk tersangka Indra J Sely (IJS) IJS tidak dilakukan penahanan dikarenakan yang bersangkutan merupakan terpidana (perkara Pidana Umum) yang sedang menjalani pidana di Lapas Kelas III Dobo.

Kasi Intel menambahkan, dalam penyidikan Pembangunan Puskesmas Karaway, pihaknya, juga menyita uang sebesar 150 Juta, sertifikat hak milik berupa tanah untuk mengembalikan kerugian negara yang nantinya dibuktikan di persidangan.
” Penyidik masih mendalami dan tidak menutup kemungkinan akan ada tambahan tersangka baru dalam kasus ini ,” imbuhnya sembari mengakhiri perbincangan.
Kabiro Maluku (Yus/Nus).

Daerah

Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang Aremania Serentak Aksi Turun Jalan

Published

on

Basudewa – Malang, Aremania serentak melakukan aksi turun jalan hampir di semua ruas jalan raya. Aksi tersebut, dimulai dari pukul 11.47 WIB, pada Minggu (27/11/2022).

Aremania tampak berkumpul dan menutup pintu tol Karanglo Under Pass (pintu keluar tol Karanglo – Singosari).

Aksi turun jalan berdampak para pengguna jalan terpaksa tidak bisa melewati jalan Under Pass sehingga, pengguna jalan dari arah kota Malang (selatan) diarahkan ke jalur barat (arah kota Batu). Sedangkan, pengguna jalan yang dari arah barat diarahkan ke Utara.

Aremania berkumpul di depan sekolah SMKN Singosari Jalan. Mondoroko Kecamatan Singosari.
Selanjutnya, Aremania melakukan longmarc membuat Jalan tol Karanglo terhenti total.

Tampak dilapangan, aksi turun jalan Aremania kali ini, memicu beberapa
pengguna jalan yang menggerutu atas
kegiatan ini (dikarenakan) tidak adanya
pemberitahuan ke publik.

” Tidak tahu ada aksi Aremania mas ! ,”‘ tutur
Andi pengguna jalan yang terjebak macet.

Selain, menggelar aksi turun jalan tersebut, Aremania juga menggelar doa bersama yang tampak disertai oleh, beberapa aparat kepolisian setempat.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending