Connect with us

Hukrim

Tahun 2020 DPRD Komisi A Pernah Sidak Tahun 2022 Polda Jatim Gerebek Symphoni Pijat Plus

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Layanan pijat untuk kebugaran Symphoni Message yang berlokasi di Jalan.Tunjungan 57 Surabaya, pada Kamis (2/6/2022) di gerebek jajaran Polda Jatim, diduga beralih fungsi menjadi sarana prostitusi.

Penggerebekan tersebut, diamini oleh, Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP.Hendra Eko Triyulianto berupa, ada 3 orang yang diamankan kini, sudah dilakukan penahanan.
” Ketiga orang tersebut, yaitu, berinisial TT, BT dan KD ,” terangnya.

Lebih lanjut, TT dan BT adalah pemilik Symphoni sedangkan KD yaitu, mami para wanita pekerja seks komersial.

Masih menurutnya, mereka ditahan karena dianggap melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP Juncto Pasal 55 dan 57 KUHP yakni, mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain dan atau mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan dan atau turut serta membantu melakukan tindak pidana.

Melalui keterangan tertulis, Hendra mengatakan, pada saat menggerebek tempat itu, anggotanya menemukan pasangan bukan suami istri yang sedang berhubungan badan di kamar 208, 209, 210 pada lantai dua gedung Symphoni Massage.

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah barang bukti diantaranya 83 kondom belum terpakai, enam kondom bekas pakai, tisu bekas pakai, beberapa handphone dan KTP milik pelaku, uang tunai front desk sebesar 1.4 Juta, struk debit BCA sebanyak 1,8 Juta, sebuah celana dalam wanita warna merah, celana dalam pria warna hitam, sebuah kemben warna putih dan tiga buah sprei warna putih.

Sementara untuk wanita pekerja seks komersial, polisi hanya meminta keterangan sebagai saksi karena dianggap menjadi korban dalam kasus ini.
” Delapan orang perempuan dalam perkara ini adalah korban ,” pungkasnya.

Mengingat peristiwa diatas, layanan pijat yang diduga plus-plus pada tahun 2020 sarana tersebut, pernah di sidak oleh, DPRD kota Surabaya.    MET.

 

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending