Connect with us

Hukrim

Pengadaan Six Roll Mini PTPN XI, Berdampak Majelis Hakim Jatuhkan Putusan Pidana Bui Selama 66 Bulan

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, dalam sidang agenda bacaan putusan Majelis Hakim, Maper, menjatuhkan pidana penjara terhadap eks Direktur PTPN XI yakni, Budi Adi Prabowo selama 66 bulan, serta dikenai denda sebesar 100 Juta jika tidak dibayar diganti kurungan bui selama 2 bulan.

Bacaan putusan tersebut, disampaikan Majelis Hakim, Maper, di persidangan pada Senin (30/5/2022).

Dalam putusan tersebut,. Majelis Hakim menilai bahwa terdakwa eks Direktur PTPN XI, telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait dengan pengadaan dan pemasangan six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI periode Tahun 2015-2016.
” Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana sebagaimana dalam dakwaan Jaksa, yakni Pasal 2 Ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana ,” ucap Majelis Hakim.

Adapun pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan yakni, hal yang dianggap memberatkan berupa, perbuatan terdakwa dianggap bertentangan dengan program pemerintah soal pemberantasan korupsi.
” Terdakwa tidak mengakui perbuatannya dan tidak mau berterus terang,” katanya.

Sedangkan hal yang meringankan adalah, terdakwa belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama masa persidangan.

Selain itu, terdakwa juga diberi hukuman tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar 361 Juta dan bila dalam satu bulan tidak dibayar, maka harta bendanya disita.
” Bila dari penyitaan itu tidak mencukupi, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 bulan,” ungkapnya.

Atas putusan tersebut, dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim, terdakwa menanggapi berupa, menyatakan sikap pikir pikir atas putusan Majelis Hakim.
” Atas putusan, saya pikir-pikir Yang Mulia ,” ungkap terdakwa.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi pun turut menyatakan sikap yang serupa dengan terdakwa yaitu, pikir-pikir.

Dipersidangan sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman yang sama, yakni 5 tahun dan 6 bulan penjara.

Untuk diketahui, kasus yang membelenggu eks Direktur PTPN XI, bermula dari pengadaan dan pemasangan six roll mill di Pabrik Gula Djatiroto PTPN XI periode Tahun 2015-2016 dengan nilai kontrak 79 Milyard.

Lelang yang diduga sudah diatur dengan pihak swasta yakni, PT.Wahyu Daya Mandiri ini pun, berdampak merugikan negara hingga 15 Milyard.

Dalam perkara ini, selain menahan eks Direktur Produksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Budi Adi Prabowo, pihak KPK juga menahan Direktur PT.Wahyu Daya Mandiri, Arif Hendrawan.   MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending