Connect with us

Hukrim

Dijerat Pasal Beragam Notaris Edy Yusuf Dan Dudy Ferdinand Kembali Jalani Proses Hukum

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Edy Yusuf dan Dudy Ferdinand meski dijerat pasal beragam atas sangka,an telah melakukan sebuah tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 263, 378 dan 372 kembali jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda mendengar keterangan 2 saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Dewi Kumalasari.
Adapun kedua saksi yang dihadirkan JPU yakni, Anung Setiadi dan Trophy Prajogo.

Dipersidangan, Anung Setiadi selaku, Manager Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Delta Pratama Jatim, menyampaikan berupa, bahwa dirinya sudah berikan keterangan di Kepolisian dan ditandatangani karena sesuai dengan keterangan yang disampaikan.

Lebih lanjut, terkait perkara ini, dirinya memberikan kredit atas izin pengurus.
Dalam hal pelayanan pinjaman sebesar 800 Juta terhadap nasabah terjadi masalah hingga ke ranah meja hijau.

Masih menurutnya, lantaran, ada pemberkasan yang tidak selesai yakni, menyangkut kerjasama dengan Notaris terkait pembuatan APHT.
” Dalam ketentuan pengajuan pinjaman harus ada Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) ,” ungkap saksi.

Dipaparkan saksi, bahwa Notaris, Edy Yusuf (terdakwa) adalah rekanan dari KSP dan Dudy Ferdinand (terdakwa) adalah anak dari nasabah Soekanti Sri Handayani dan Tabrani yang ajukan pinjaman dengan agunan sertifikat hak milik (SHM).

Atas pengajuan pinjaman melalui Notaris Edy Yusuf (terdakwa) , secara mekanisme maka dilakukan survey obyek pinjaman.

Hal lain, yang mendasari dirinya percaya dan tidak memeriksa atas agunan meski APHT belum terbit yakni,ada referensi dari istri Notaris Edy Yusuf (terdakwa).

Menyangkut APHT yang tidak terbit, alasannya yakni, sertifikat tidak diserahkan ke Notaris Edy Yusuf (terdakwa).
” Saat saya tanyakan terkait APHT , Notaris katakan akan diserahkan , ” ungkapnya.

Hal lainnya, pinjaman cair diterima Dudy Ferdinand (terdakwa adalah anaknya) berdasarkan surat kuasa dari Soekanti Sri Handayani yang pernah ditunjukkan.
” Yang ajukan pinjaman Soekanti Sri Handayani lantaran ada kuasa dana pencairan boleh diterima Dudy Ferdinand (terdakwa) ,” ucapnya.

Selanjutnya, saksi mengatakan, kini tidak tahu sertifikat berada dimana.

Sedangkan, Trophy Prajogo selaku, pengurus KSP dalam keterangannya, mengatakan, terkait perkara ini, yang ajukan pinjaman sebesar 800 Juta yakni, Soekanti Sri Handayani dan Tabrani (suami-istri)

Saksi juga menyampaikan,dalam hal pinjaman 800 Juta, laporan sudah lengkap namun, APHT tidak kunjung diserahkan Notaris Edy Yusuf (terdakwa).
” Kelengkapan dokumen sebagai berkas pengajuan pinjaman dinyatakan lengkap. Hal tersebut, disampaikan pengurus secara lisan ,” ujar saksi

Terkait, sertifikat yang diagunkan atas nama Soekanti Sri Handayani dan saat pencairan pinjaman dana di transfer ke Notaris Edy Yusuf lantaran ada surat kuasa.

Atas keterangan para saksi diamini oleh, kedua terdakwa.    MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending