Connect with us

Hukrim

Arek Kapas Krampung Diduga Pelaku Curat Dibekuk Polrestabes Surabaya

Published

on

Surabaya -basudewanews.com, Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) yang kerap beraksi di sekitar Jalan.Kapas Krampung, Ploso Bogen, Karang Asem hingga Jalan.Kenjeran Surabaya, berhasil dibekuk oleh, Jatanras Polrestabes Surabaya.

Terkait, hal diatas, Kanit Jatanras, Iptu.Aldhino Prima beserta Kasubnit Jatanras, Ipda.Very Rahmawan saat ditemui basudewanews.com, mengamini bahwa jajarannya telah berhasil membekuk pelaku Curat yang berinisial DJA (21) asal Jalan Kapas Krampung Surabaya.

Masih menurut, Kanit Jatanras,Iptu.Aldhino Prima, mengatakan, bahwa penangkapan terhadap pelaku pada (11/5/2022).
” Pelaku pencurian dengan pemberatan telah diamankan sekira pukul.23.30 WIB, di Jalan.Kapas Krampung Surabaya ,” ucapnya.

DJA terpaksa kami amankan, berdasarkan laporan para korbannya, yaitu, ALA warga Jalan.Simokerto dan H warga Jalan.Kapas Krampung Surabaya.

Lantaran, laporan kedua korban, pelaku selama ini kerap meresahkan masyarakat dengan melakukan aksinya, di beberapa Tempat Kejadian Perkara (TKP) diantaranya,
Jalan. Kapas krampung GG buntu no 21, Kapas krampung GG III no 26, Kenjeran depan Bakso Bonek, Ploso Bogen serta di Jalan.Karang Asem depan Warkop Rempah Surabaya.

Adapun, modus operandi yang dilakukan DJA yakni, pelaku berboncengan mengendarai motor kemudian mencari sasaran ranmor saat mendapatkan sasaran ranmor, salah satu pelaku menunggu di atas motor dan satu pelaku lainnya merusak kunci motor dengan menggunakan kunci T guna dibawa kabur.

Berdasarkan, laporan para korban dan beberapa informasi yang berhasil dikumpulkan Tim Opsnal Jatanras Polrestabes Surabaya, telah melakukan cek di TKP dan serangkaian penyelidikan.
” Tim Opsnal Jatanras setelah mendapatkan informasi bahwa keberadaan pelaku sedang berada di area Kapas Krampung maka Tim Opsnal bergerak cepat guna mengamankan pelaku ,” ungkap Aldhino.

Selanjutnya, pelaku digelandang ke markas Polrestabes Surabaya, guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Barang Bukti (BB) yang turut diamankan yakni, sebuah motor matic Yamaha jenis Mio, pakaian yang digunakan pelaku serta adanya rekaman CCTV.

Aldhino Prima, menambahkan, perbuatan DJA bisa dijerat dan diancam sebagaimana yang diatur dalam pasal 363 KUHP.    MET.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement

Hukrim

Dinyatakan Terbukti Bersalah 2 Kurir Sabu Dituntut Pidana Hukum Mati

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Genderang perang tanpa memberi kelonggaran ancaman hukuman terhadap para pelaku yang bermufakat memiliki, mengedarkan narkotika jenis sabu, ditunjukkan oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Febri. Hal demikian, dibuktikan JPU, di persidangan agenda tuntutan yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (28/6/2022).

Dipersidangan tersebut, JPU menyatakan, bahwa ke-dua terdakwa yakni, Dwi Vibbi Mahendra dan Ikhsan Fatriana yang bermufakat menuruti perintah Joko maupun Alex berdasarkan kesediaan ke-dua terdakwa melakukan pekerjaan atau pemufakatan guna memenuhi kebutuhan ekonomi.

Kedua terdakwa pun, diperintahkan untuk mendownload aplikasi BlackBerry agar memudahkan komunikasi. Sedangkan, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian ke-dua terdakwa mengaku, pernah mengirim sabu seberat 17 Kg dengan mendapatkan upah sebesar 70 Juta.

Sementara, dari persidangan sebelumnya, agenda saksi meringankan dari ke-dua terdakwa yakni, Siti Zahara (istri Ikhsan Fatriana), JPU sebelum menyampaikan, tuntutan, memohon terhadap Majelis Hakim, Martin Ginting agar keterangan tersebut, layak di kesampingkan.

Hal lainnya, JPU juga mengatakan, di persidangan sebelumnya, ke-dua terdakwa mengakui, ditangkap Jajaran Polrestabes Surabaya, berikut Barang Bukti (BB) yaitu, 2 tas koper berisi sabu seberat 43 Kg, yang dikemas dalam bungkus teh China.

Berdasarkan uraian yang disampaikan JPU dipersidangan, bahwa ke-dua terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (2 ) dan tidak ditemukan alasan pembenar sehingga layak di hukum yang setimpal atas perbuatannya.
” Menuntut ke-dua terdakwa, karena terbukti bersalah menerima pemufakatan jahat sebagaimana yang dalam pasal 114 Juncto pasal 132 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Menuntut untuk menjatuhkan pidana mati bagi kedua terdakwa ,” ungkap JPU.

Usai JPU bacakan tuntutan memantik Penasehat Hukum ke-dua terdakwa, guna menyampaikan nota pembelaan di persidangan berikutnya.     MET.

Lanjutkan Membaca

Trending