Connect with us

Hukrim

Yanuar Kristanto Penyalah Guna Sabu Divonis 30 Bulan

Published

on

Surabbaya-basudewanews.com, Yanuar Kristanto yang disangkakan sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu dipersidangan Pengadilan Negeri Surabaya, oleh, Majelis Hakim, I Gusti Ngurah Putra Atamaja divonis pidana penjara selama 30 bulan.

Putusan selama 30 bulan bui tersebut, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti secara sah bersalah dan sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Dedy Arisandi, yakni, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dipersidangan, sebelum menjatuhkan putusan Majelis Hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan terdakwa yakni, tidak mendukung program pemerintah terkait pemberantasan Narkotika. Sedangkan, hal yang meringankan terdakwa adalah mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi lagi perbuatanya.

Adapun, dalam putusan Majelis Hakim, yaitu, terdakwa dinyatakan secara sah bersalah menyalahgunakan narottika.
” Menjatuhkan pidana penjara selama 30 bulan bagi terdakwa ,” ucap Majelis Hakim di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, (12/05/2022).

Atas putusan tersebut, terdakwa dalam kesempatan menyatakan, menerima putusan Sang Majelis Hakim. Hal serupa juga disampaikan JPU.
” Iya kami terima Yang Mulia ,” ucap JPU.

Perlu diketahui, dalam fakta persidangan,
M. Hosim anggota Polsek Tambaksari Surabaya, dalam keterangannya sebagai saksi mengatakan, bahwa terdakwa ditangkap berdasarkan laporan masyarakat kemudian kami tindak lanjuti.

Pada Selasa (7/12/2021) sekira pukul 21.00 WIB, bertempat di lampu merah dekat Rumah Sakit RKZ Jalan.Diponegoro Surabaya, kami menangkap terdakwa dan saat dilakukan penggeledahan ditemukan
Barang Bukti (BB) 1 pipet kaca berisi bekas sabu yang disimpan dalam saku celana terdakwa sebelah kanan.

Lebih lanjut, saksi mengutarakan, dari pengakuan terdakwa membeli sabu di daerah Ampel Surabaya, seharga 100 Ribu.

Hal lain, disampaikan saksi, terkait, test urine itu ranah penyidik.   MET.

 

 

 

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending