Connect with us

Hukrim

Deden Surya Kristianto Dan Sebastian George Johar Yong Akui Dalam Perkara Tipu User Divonis Setahun

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerat perkara yang sama namun, korban berbeda kedua terdakwa yaitu, Deden Surya Kristianto dan Sebastian George Johar Yong dipersidangan beragendakan mendengar keterangan 2 saksi hingga pemeriksaan terdakwa mengaku, dalam perkara yang sama di vonis setahun.

Pengakuan lainnya, obyek lahan di Canggu Bali bahwa PT. Sean Bale Adhiguna belum realisasi pembelian lahan namun, sudah mempromosikan hingga presentasi obyek tersebut, akan dibangun kondotel sebanyak 100 unit.

Hal tersebut, disampaikan Sebastian George Johar Yong maupun Deden Surya Kristianto dihadapan Majelis Hakim, Tatas serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Muzaki di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (12/5/2022).

Sedangkan, pada agenda mendengar keterangan 2 saksi yakni, Ninik Hermawan mengawali keterangannya, berupa, dirinya pernah diperiksa di kepolisian.

Sebagai agen di PT.Sean Bale Adhiguna, saksi menyampaikan, pernah memasarkan kondotel yang berlokasi di Canggu Bali.

Masih menurutnya, saksi bekerjasama dengan PT.Sean Bale Adhiguna sekitar 2014 dan saksi mengakui, pernah mengecek keberadaan fisik kondotel belum dibangun.
” Fisiknya hanya berupa tanah. Saat itu ada kedua terdakwa ,” ungkapnya.

Ninik menambahkan, kedua terdakwa telah mengklaim tanah sudah milik PT.Sean Bale Adhiguna, sudah ada izin guna pembangunan kondotel serta kedua terdakwa mengatakan, dibelakang perusahaan ada keluarga Rahmat Gobel.
” Saya menjadi yakin dan menawarkan kondotel terhadap beberapa user ,” imbuhnya.

Setahu dirinya, Sebastian George Johar Yong sebagai Direktur dan Deden Surya Kristianto sebagai Manager Marketing.

Ninik juga membeberkan, kondisi saat ini belum terbangun dan malah lahan telah dipasang pagar hingga papan nama lahan bukan milik PT Sean Bale Adhiguna.

Ninik juga menyampaikan, user kondotel asal Surabaya ada belasan dan semua user membayar Down Payment (DP) maupun pembayaran angsuran langsung ke rekening PT.Sean Bale Adhiguna.

Sedangkan, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya , terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.    MET.

 

 

 

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending