Connect with us

Hukrim

Dr.H.Udin Akui Terima Uang DP Sebesar 500 Juta Untuk Berobat

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, agenda pemeriksaan terdakwa kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (9/5/2022). Sidang lanjutan tersebut, melibatkan  Dr.H.Udin Panjaitan sebagai terdakwa atas sangkaan sebagaimana yang diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 378 KUHP.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak, Zulfikar, menyinggung terdakwa terkait, uang Down Payment (DP) dari Ernawati.

Dikesempatan tersebut, terdakwa mengatakan, saat itu Ernawati datang ke rumah bersama Wely dengan maksud bahwa bosnya mau membeli tanah milik terdakwa seharga 3 Milyard, kemudian satu bendel foto copy surat tanah dibawahnya.

Lebih lanjut, terdakwa saat itu menerima uang dari Ernawati sebesar 40 Juta sebelum berangkat ke luar negeri (Australia) dan sempat ke Notaris untuk dilakukan Ikatan Jual Beli (IJB). Pada akad IJB yang datang istri terdakwa, Sultan dan Ernawati namun, dalam akad tersebut, Notaris tidak membacakan dan menjelaskan lantaran terburu buru.

Sedangkan, terkait nama Nagasaki, terdakwa menyampaikan, saya tidak kenal, taunya setelah menerima transfer dari Nagasaki ke rekening Devi Andriyati (cucu terdakwa) 200 Juta. Hal lainnya, Sulton memberitahu adanya perubahan  pembayaran DP 1 Milyard menjadi 500 Juta.

Lebih lanjut, setelah terdakwa dari Australia kemudian menerima uang dari Nagasaki sebesar 300 Juta dengan cara pembayaran di hadapan Notaris pada tanggal 20 Febuari.

Hal lainnya, terdakwa juga menyampaikan, terkait pembatalan pembelian tanah lantaran, nilainya berubah-ubah serta ada laporan dari masyarakat dan surat dari Lurah juga batal.

Terdakwa juga mengakui, bahwa terdakwa pernah membuat surat pernyataan hingga 5 kali.

Hal penerimaan uang diakui terdakwa berupa, total keseluruhan sekitar 540 Juta dengan rincian 40 Juta dari Ernawati dan 500 Juta dari Nagasaki.
” Uang tersebut, digunakan untuk pengobatan istri dan saya ,” terangnya.

Atas pengakuan terdakwa memantik Majelis Hakim melemparkan sebuah pertanyaan apakah terdakwa merasa bersalah dan apakah sanggup untuk mengembalikan uang tersebut ?.

Terdakwa menimpali pertanyaan Majelis Hakim berupa, ya Yang Mulia.
” Saya merasa malu dan bersalah serta terkait uang tersebut masih belum mencukupi untuk mengembalikan dan saya berharap mengembalikan uang sesuai yang diterima sebesar 540 Juta ,” pungkasnya.
MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending