Connect with us

Hukrim

Ditetapkan Tersangka Atas Dugaan Korupsi Bank Jatim Surabaya, Upaya Pra-Peradilan Andrianto Ditolak Kejaksaan Negeri Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Upaya Pra-Peradilan yang dilakukan Andrianto atas penetapan dirinya sebagai tersangka atas dugaan korupsi Bank Jatim cabang Dr.Soetomo Surabaya, ditanggapi oleh, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Nur Rachman dan Jolfis berupa, pihak Kejaksaan Negeri Surabaya, menilai upaya hukum pra-peradilan tersangka merupakan hak sebagai pemohon.

Dalam hal, pra-peradilan dalil-dalil yang disampaikan pemohon melalui Penasehat Hukumnya, Masbuhin adalah tidak sesuai atau tidak memiliki dasar hukum maka pihaknya, telah melakukan jawaban secara tertulis dan disampaikan di muka persidangan pada Senin (9/5/2022).

Hal lainnya, Jolfis juga sampaikan, hal yang demikian adalah alasan subyek saja.

Hal diatas disampaikan secara langsung, oleh, JPU,Jolfis usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sementara, dipersidangan, Penasehat Hukum pemohon, Masbuhin, menyampaikan dalilnya melakukan upaya hukum pra-peradilan yakni, Termohon acuh tak acuh menetapkan kliennya sebagai tersangka adalah kesesatan hukum atau tidak sah karena tidak memiliki kekuatan hukum tetap.

Sedangkan, hal yang dimohonkan pemohon yaitu, menyatakan menerima dan mengabulkan permohonan gugatan praperadilan pemohon, menyatakan surat perintah penyidikan pada (18/3/2021) yang menetapkan kliennya sebagai tersangka salah dan tidak sah , menyatakan penyidikan dan penetapan tersangka tentang Tipikor adalah tidak sah karena tidak beralaskan hukum dan memulihkan hak pemohon.

Untuk diketahui, Andrianto selaku, Staff Kredit ditetapkan sebagai tersangka lantaran, diduga terlibat perkara korupsi kredit macet di Bank Jatim, cabang Dr. Soetomo, Surabaya, senilai 1,4 Milyard.     MET.

 

 

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending