Connect with us

Hukrim

Deden Surya Kristianto Dan Sebastian George Johar Yong Kembali Terjerat Kasus Sanjipak Jalani Sidang

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan bagi kedua terdakwa yakni, Deden Surya Kristianto dan Sebastian George Johar Yong Kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (9/5/2022).

Sidang lanjutan, tersebut, yang melibatkan kedua terdakwa adalah untuk yang kedua kalinya dalam perkara tipu gelap dengan modus menawarkan kondotel di Canggu Bali, yang mengakibatkan beberapa korbannya merugi Milyard’an rupiah.

Dipersidangan, sebelumnya, melalui informasi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, M. Furqon, bahwa kedua terdakwa telah dijatuhi pidana penjara selama 14 bulan penjara.

Dalam perkara yang kedua kalinya, dipersidangan JPU tampak menghadirkan 4 orang saksi guna menyampaikan keterangan. Adapun, ke-empat saksi yakni, Ferry, Yohan Kristanto, Idayani dan John.

Yohan Kristanto yang mengawali keterangan sebagai saksi mengatakan, saya membeli Kondotel yang ditawarkan terdakwa dan hingga sekarang belum terpenuhi.

Diketahui Yohan, bahwa kedua terdakwa
sebagai developer PT.Sean Bale Adhiguna.

Masih menurutnya, di Jalan. Raya Darmo Surabaya, saat itu saya diundang oleh,John sebagai Agent PT.Sean Bale Adhiguna. Dalam pertemuan, produk yang ditawarkan adalah Kondotel di Canggu Bali.
” Melalui presentasi yang disampaikan bagus dan tampaknya, proyek, marketing terkesan menjanjikan kemudian saya tertarik guna minta tinjau lokasi di Canggu Bali. Pada tinjau lokasi Sebastian (terdakwa) berhalangan hadir hanya ditemui rekannya,
saat itu ditunjukkan lokasinya dekat pantai ,” papar Yohan.

Selanjutnya, saya saat cek lokasi membayar 15 Juta lalu setelah itu saya melakukan pembayaran Down Payment (DP) sebesar 700 Juta dari harga tiap unit Kondotel senilai 2,7 Milyard.
” Terdakwa menjanjikan pembangunan akan memakan waktu hingga 4 tahun. Sayangnya, setelah 4 tahun justru tidak pernah ada pembangunan Kondotel di Canggu Bali ,” bebernya.

Hal lainnya, disampaikan Yohan, bahwa dirinya merasa merugi sempat menanyakan kejelasan pembangunan Kondotel namun,
banyak alasan yang disampaikan terdakwa.

Langkah selanjutnya, saya melakukan somasi hingga 2 kali tanpa ada tanggapan
serta diketahuinya, bahwa lokasi tersebut, bukan milik PT.Sean Bale Adhiguna. Lebih lucu lagi, saya malah pernah digugat secara perdata oleh, terdakwa.
” Uang saya tidak kembali sama sekali kok !, malah saya digugat secara perdata ,” terang Yohan.

Sesi selanjutnya, dalam keterangan Ferry Martalatta Lobis, menyampaikan, pada medio 2014 saya melakukan pembelian Kondotel setelah mendengar presentasi.

Hal yang sama, saya juga survey lokasi di Canggu Bali. Setelah itu, saya tertarik dengan membeli 2 unit Kondotel dengan total sebesar 1,699 Milyard.

Ferry juga membeberkan, pernah melakukan somasi terhadap terdakwa, diketahui lokasi tanah bukan milik PT.Sean Bale Adhiguna serta terdakwa tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang para korbannya.

Sedangkan, Idayani dalam keterangannya, mengatakan, saya pernah ditunjukkan lokasi dan disampaikan itu tanah milik PT.Sean Bale Adhiguna. Ternyata, diketahuinya, hanya modal papan nama terpasang di tanah kosong serta lokasinya sangat strategis maka dirinya tertarik menggelontorkan uang guna membeli Kondotel.

Untuk keterangan yang disampaikan, John sebagai Agent PT.Sean Bale Adhiguna berupa, saya ikut sebagai Agent saat akan ada presentasi di hotel Mercure. Meski sebagai Agent, saya tidak melakukan presentasi.
” Yang presentasi adalah Sebastian George Johar Yong (terdakwa). Saya hanya menarik customer yaitu, Yohan dan Indayani, itupun uang pembayaran langsung ke PT.Sean Bale Adhiguna ,” terang John.

Atas keterangan para saksi, Majelis Hakim, Martin Ginting, memberikan kesempatan terhadap ke-dua terdakwa guna menanggapi. Dikesempatan tersebut, ke-dua terdakwa mengamini keterangan para saksi yang dihadirkan JPU.

Mengingat JPU yang menjerat ke-dua terdakwa sebagaimana dalam pasal 378 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atau pasal 372 KUHP akankah ke-dua terdakwa akan mendapatkan vonis yang sama dengan persidangan sebelumnya yakni, vonis selama 14 bulan penjara ?.     MET.

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending