Connect with us

Peristiwa

Majelis Al-Dzikir Witing Gesang Surabaya, Melaksanakan Pembagian Sembako Dan Zakat Fitrah

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Segenap Panitia, Jamaah dan Simpatisan Majelis Al-Dzikir Witing Gesang yang beralamatkan di Jalan Bogangin III A/ 56 Surabaya, untuk kesekian kalinya, kembali membagikan sembako dan Zakat Fitrah pada Ahad (23/4/2022).

Pembimbing dan Guru Besar Jamaah Al-Dzikir Witing Gesang, Yudi Hasan saat ditemui, menyampaikan, ucapan terima kasih atas semuanya. Khususnya, panitia yang memprakarsai kegiatan pembagian zakat dan didukung oleh sesepuh yang senantiasa mendampingi dan memotivasi para jamaah guna melaksanakan pembagian sembako dan Zakat Fitrah.

Tampak Jamaah Majelis Al-Dzikir Witing Gesang di Kompleks G-Walk Citraland Surabaya Selatan & Jalan Kenjeran Surabaya, Bagikan Sembako Dan Zakat Fitrah.

Lebih lanjut, kali ini kita membagikan bingkisan terhadap sesama yang berhak menerima dan Insyaallah Jamaah Al-Dzikir Witing Gesang bisa melaksanakan pembagian sembako dan Zakat Fitrah di tiap tahunnya, karena Majelis Jamaah Al-Dzikir Witing Gesang selalu mengajarkan menjadi personal yang mampu menjembatani terlebih bisa bermanfaat bagi orang lain.
” Saya berharap, kedepannya, giat melaksanakan pembagian sembako dan Zakat Fitrah akan menjadi lebih baik ,” ucapnya.

Diujung pembicaraan, Yudi Hasan, berpesan,
semoga langkah jamaah Witing Gesang senantiasa mendapatkan Rahmat dan Ridho Allah SWT juga senantiasa menjadi amalan yang sholeh, sembari teriakan slogan Majelis Al-Dzikir Witing Gesang yakni,
Witing Gesang selalu peduli,
Witing Gesang berbagi,
Witing Gesang bisa.

Melalui data yang berhasil dihimpun, Jamaah Al-Dzikir Witing Gesang menyediakan, 300 sembako dan Zakat Fitrah berupa, beras sebanyak, 1, 68 Ton dengan uang sebesar 14 Juta. Sedangkan, perolehan infaq dan shodaqoh serta sedekah dari para Jamaah maupun simpatisan telah terkumpul sebanyak 6 Juta, sehingga jumlah penerimaan Zakat Fitrah dan Maal sebesar 20 Juta.

Pembagian sembako dan Zakat Fitrah tersebut, selain dilakukan di kantor Jamaah Majelis Al-Dzikir Witing Gesang juga tampak dilapangan, Kompleks G-Walk Citraland Surabaya Selatan, Jalan Kenjeran Surabaya dan beberapa titik yang lain.

Menurut pantauan di lapangan, salah satu penerima zakat yang namanya tidak mau diunggah, mengatakan, saya merasa senang menerima sembako dari Majelis Witing Gesang yang tiap tahunnya peduli dan berbagi kepada yang tidak mampu.
” Mudah mudahan, Majelis Al-Dzikir Witing Gesang semakin berkembang dan semakin bermanfaat bagi masyarakat juga semoga mendapat Rahmat dari Allah SWT ,” pinta salah satu penerima sembako dan Zakat Fitrah.     Hary/Alfareza.

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending