Connect with us

Hukrim

Diindikasikan Jalal Adalah Bandar Sabu Majelis Hakim Vonis Bebas

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Marjalan Alisa Jalal Bin Mat Tawi bersama Romadon Alias Madon Bin Hajet dan Robby Sugara Alias Bin Holik (Berkas Terpisah) kembali jalani sidang agenda bacaan putusan Majelis Hakim, Cokorda Gede Arthana. Dalam perkara tersebut, ke-tiga terdakwa didakwa telah terlibat dalam kasus narkoba.

Dipersidangan, putusan yang dibacakan Majelis Hakim Cokorda, menjatuhkan putusan bebas bagi Marjalan Alisa Jalal bin Mat Tawi. Sedangkan, kedua terdakwa Romadon Alias Madon Bin Hajet dan Robby Sugara Alias Bin Holik (Berkas Terpisah) masing-masing dijatuhi hukuman pidana selama 5 tahun.

Secara terpisah, Penasehat hukum terdakwa usai sidang, saat disinggung terkait putusan bebas terhadap kliennya mengatakan, waduh saya tidak tahu mas !, tidak jelas tadi bacaan Majelis Hakim.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rully, saat dimintai keterangannya, atas putusan Majelis Hakim mengatakan, putusan bebas terhadap Jalal (terdakwa) pihaknya, akan melakukan upaya hukum kasasi.
” Kami akan melakukan kasasi mas ! “, singkatnya, sembari meninggalkan ruangan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (13/1/2022).

Sebagaimana diketahui, berdasarkan surat dakwaan JPU, pada Jumat (25/6/2021) sekitar 17.00 WIB, Jalal dihubungi Romadon untuk dibelikan sabu sebanyak 5 gram namun, Jalal tidak memiliki barang sehingga disarankan untuk menunggu kabar.

Kemudian Romadon menelpon Rosi yang statusnya ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) guna memesan sabu sesuai pesanan. Selain itu, Romadon juga menelpon Robby untuk mengambil sendiri barang pesanan dengan harga sebesar 1 Juta. Selanjutnya, Jalal menyuruh Robby menerimanya dan apabila sabu sudah lunas terbayar ke Rosi (DPO).

Pada (26/6/2021), Romadon mentransfer uang pembelian sabu ke rekening BCA milik Robby sebesar 2 Juta dan pada Kamis (1/6/2021) di area parkir samping Hotel Phitstop, Romadon ditangkap Ditresnarkoba Polda Jatim. Petugas melakukan pengembangan dan melakukan penangkapan terhadap Robby di daerah Pertukangan dengan barang bukti 1,7 Juta.

Selanjutnya, Marjan alias Jalal Bin Mat Tawi ditangkap petugas pada hari Selasa (13/7/2021), ditempat pakir mobil Apartemen Gunawangsa Tidar Surabaya.

Berdasarkan keterangan dari Romadon uang sebesar 5 Juta akan diserahkan Jalal ke Rosi (DPO).

Marjalan Alias Jalal Bin Mat Tawi dinyatakan JPU karena tidak memiliki izin dari pihak berwenang untuk menjual, membeli ataupun menjadi perantara dalam jual-beli narkotika jenis sabu.

Atas perbuatannya, JPU, Rully Mutiara dan Sabetania R. Paembonan, mendakwa terdakwa dengan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan dituntut dengan Pidana Penjara selama 7 tahun serta denda 1,8 Milyard subsider 1 tahun. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending