Connect with us

Hukrim

Bupati Kepulauan Aru Lantik 12 Pejabat Pratama Lingkup Pemda Aru

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Bupati Kepulauan Aru, Johan Gonga melantik 12 pejabat Esselon II pada Pemerintah Daerah Kabupaten Aru, yang berlangsung di Lantai II Gedung BPKDA, Rabu (12/1/2022) pukul 16. 00 WIT. Dalam pelantikan tersebut, terjadi pergeseran beberapa Kepada Dinas.

Pelantikan Pejabat Eselon II di hadiri oleh, Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Muin Sogalrey, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, Drs. Moh Djumpa serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ). Selain itu, tampak juga Wakapolres Kepulauan Aru,AKBP.Yos Renjaan serta Ketua Klasis GPM Pulau-Pulau Aru Pdt. H. Mussa.

Berdasarkan surat Keputusan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, Nomor 821.22/3 tentang pelantikan Pejabat Tinggi Pratama,
Pejabat yang dilantik yaitu, Hempry. S. Benamen, Yakob Ubyaan dan Jusuf Apalem, dilantik pada jabatan dan Dinas yang sama yakni, Dinas Ekonomi Kreatif, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan Dinas Pendidikan serta Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Aru.

Sementara itu, sembilan pejabat lainnya, yang turut dilantik pada Dinas Badan dan Assisten Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, Ir. Johanes Gutandjala dari kepala Dinas Perikanan ke Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Karel E. Huwae, Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia ke Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Djemy Haryanto, dari kepala Dinas Ketahanan Pangan ke Kepala Dinas Pertanian, A. L. O Tabela, dari kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian ke Kepala Dinas Perikanan, A. P. D. Tabela, dari Staf Ahli Bupati bidang Administrasi dan Keuangan ke Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia.

Selain Jabatan kepala Dinas dan Badan dalam lingkup Pemda Kabupaten Kepulauan Aru, Bupati Johan Gonga juga melantik dua Asisten Sekda dan dua staf ahli Bupati yaitu, Yeheskel Dumgair, dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjadi Assisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Fredik Gaite, dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjadi Assisten Sekda Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Aru dan J. P. H. Tabela, dari Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Fredik Hendrik, dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi dan Keuangan Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Aru.

Dalam sambutan, Bupati Johan Gonga, menyampaikan, bahwa pelantikan yang dilaksanakan pada masa awal tahun angggaran 2022 ini, adalah merupakan hasil kerja Panitia Seleksi (Pansel) JPT Pratama, yang di dalamnya telah mengakomodir internal pemerintah daerah dan unsur eksternal dalam hal ini tokoh masyarakat dan akademisi.

Lebih lanjut, diharapkan dapat memenuhi tuntutan birokrasi saat ini, di tengah-tengah tuntutan masyarakat yang semakin kompleks.

Masih menurutnya, bahwa dirinya sangat mengharapkan pejabat yang baru di lantik untuk dapat mempelajari tentang peraturan peraturan tentang disiplin para pegawai.
“ Harapan saya, para pejabat yang dilantik dapat mempelajari dengan baik peraturan tentang disiplin PNS dan terlibat aktif dalam pelaksanaan penegakan disiplin PNS sesuai kewenangan yang dimiliki. Sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku harus diberikan kepada aparatur pemerintah yang melanggar “, ungkapnya, sembari mengakhiri sambutannya. JUS.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Chintya Rahayu Sari Dewi Dan Muhammad Abdul Aziz Divonis 15 Tahun Lantaran Menguasai Sabu 10 Kilogram.

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, agenda bacaan putusan bagi Chintya Rahayu Sari Dewi Alias Efo Binti Didin dan Muhammad Abdul Aziz,
bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis 13/1/2020).

Dipersidangan, Majelis Hakim, Khusaini, bacakan putusan berupa, ke-dua terdakwa dinyatakan telah terbukti bersalah menyimpan, menguasai narkotika jenis sabu seberat masing-masing 10 kg.
” Mengadili menjatuhkan pidana penjara terhadap Chintya Rahayu Sari Dewi selama 15 tahun dan terdakwa Muhammad Abdul Aziz, selama 10 tahun serta denda 2 Milyard subsider 2 bulan kurungan “, ucapnya.

Usai Majelis Hakim bacakan putusan, ke-dua terdakwa melalui, Penasehat Hukumnya, Dwi Oktorianto menyatakan, sikap pikir-pikir. Sikap terdakwa membuat JPU juga menyatakan hal yang sama yakni, pikir-pikir.

Sebagaimana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, dipersidangan sebelumnya, menuntut kedua terdakwa selama 19 tahun enam bulan penjara.

Usai sidang, Penasehat Hukum ke-dua terdakwa, Dwi Oktorianto R, saat ditemui mengatakan, putusan Majelis Hakim tadi sudah saya anggap berkeadilan.

Disinggung terkait, menyatakan sikap pikir-pikir, Dwi Oktorianto menjelaskan, saya harus berunding dulu sama keluarga terdakwa maka tadi saya menyatakan sikap masih pikir-pikir.
“Ada waktu sepekan kedepan untuk mengambil upaya hukum selanjutnya, yakni, banding atau menerimanya “, ucapnya.

Berdasarkan surat dakwaan, Chintya di hubungi oleh Acung yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) melalui WhatsApp untuk menerima 10 kg paket teh cina warna hijau dari Medan yang dibawa oleh Calvin Aristiawan alias Alvin berkas terpisah untuk dikirim ke Boy (DPO) di Surabaya.

Selanjutnya, Chintya mengajak Abdul Aziz sebagai Sopir untuk mengantar paket mengunakan mobil Toyota Camry D 1877 KT milik Chintya kepada Calvin Aristiawan dalam perjalanan Acung dan Boy menghubungi Chintya agar paket teh cina diserahkan di Rest Area 725 A Tol Mojokerto. Selang berikutnya, pada Senin (26/4/2021) sekitar pukul 01.00 WIB, Tim Satreskoba Polrestabes Surabaya, melakukan penangkapan terhadap para terdakwa dan dilakukan pengeledahan ditemukan paket teh cina tersebut, didalamnya, berisi narkoba jenis sabu seberat 10 Kg yang disimpan dalam tas ransel.

Melalui data layanan SIPP Pengadilan Negeri Surabaya, sebelumnya terdakwa Chintya sudah 2 kali mengambil sabu pada medio Desember 2020 dengan berat 10 kg sabu terbungkus teh hijau Cina atas permintaan Ifan di Bandara Soekarno Hatta untuk di antar di Kranggan Surabaya.

Dari peristiwa tersebut,Chintya mendapatkan upah sebesar 15 Juta melalui transfer Bank BTPN.

pada (27/3/2021) Chintya kembali menerima sabu seberat 10 Kg yang terbungkus teh hijau Cina di Bandara Soekarno Hatta atas permintaan Acung (DPO) untuk diantarkan di Hotel Oval Surabaya dengan mengendarai mobil Honda Jazz sewaan dengan terdakwa Abdul Aziz dengan upah masing-masing untuk Chintya sebesar 45 Juta dan Abdul Aziz mendapat 10 Juta secara tunai.

Atas perbuatannya, JPU menjerat ke-dua terdakwa sebagaimana yang diatur dalam Pasal 114 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. MET.

Continue Reading

Hukrim

Eddy Sumarsono Direktur PT.Barokah Inti Utama Di Medokan Ayu Surabaya Gelapkan Uang Untuk Operasional

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi Eddy Sumarsono, Direktur PT. Barokah Inti Utama (BIU) yang beralamatkan di Medokan Ayu no 46 Surabaya, kembali bergulir dengan agenda Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Arie Zaky Prasetya, menghadirkan 4 orang saksi guna dimintai keterangannya. Adapun, ke-empat saksi yakni, Kholifah Firdaus, M.Nurdin, Primawan Sigit dan Mei Krisnawati.

Dalam keterangan ke-empat saksi adalah korban yang berniat guna membeli sebuah rumah di PT.BIU. Sayangnya, impian ke-empat saksi untuk memiliki sebuah rumah terpaksa pupus lantaran, ulah Eddy Sumarsono yang sengaja menggelapkan uang para korbannya dengan dalih untuk operasional kantor.

Dari ke-empat saksi, mengalami kerugian yang bervariasi mulai dari puluhan hingga ratusan Juta.

Dari fakta persidangan, para korban tertarik
dari iklan di media cetak Jawa Pos, sebar brosur dan membuat banner yang terpasang di Kantor PT.BIU serta membuat Peta Lokasi Tanah Kavling. Padahal PT.BIU belum menyelesaikan status hak tanah kavling yang ditawarkan melalui, iklan, brosur maupun pemasangan banner.

Hal lainnya, terdakwa melakukan promosi melalui marketing sebagaimana isi brosur dan untuk menunjukkan foto copy Sertifikat Hak Milik (SHM) No. 9 An. TATIK SUPIATI, serta untuk mengatakan, kepada calon pembeli bahwa SHM No. 9 An. TATIK SUPIATI tersebut masih dalam proses balik nama atas nama terdakwa di Kantor Pertanahan.

Diujung persidangan, terdakwa mengamini keterangan ke-empat saksi dan terdakwa berdalih uang para korban habis untuk operasional kantor.

Lantas kemana aliran uang para korban yang diduga sengaja digelapkan terdakwa ?

Melalui layanan sipp Pengadilan Negeri Surabaya, perbuatan terdakwa oleh JPU dijerat pasal 154 Juncto Pasal 137 Undang Undang RI No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. MET.

Continue Reading

Hukrim

Lagi-Lagi Notaris Devi Chrisnawati Terjerat Hukum Atas Sangkaan Palsukan Akta Otentik

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kembali terjerat hukum Notaris Devi Chrisnawati (terdakwa) yang berkantor di Jalan. Pahlawan no.30 Surabaya, terpaksa harus jalani proses hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, di meja hijau pada Kamis (13/1/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Yulistiono, tampak menghadirkan, 3 orang saksi guna dimintai keterangan. Adapun, ke-tiga saksi yaitu, Reviandini, Risky dan Lina Septiani.

Dalam keterangan, Lina Septiani salah satu staff Notaris Devi Chrisnawati, mengakui, yang membuat perjanjian dan di tandatangani terdakwa.
” Saya yang buat draft-nya, Akta Jual Beli dan Kuasa Jual “, ungkapnya.

Sementara,Reviandini yang juga karyawan Notaris Devi Chrisnawati menyampaikan, terkait AJB saya tidak tahu.

Sedangkan, Risky yang mewakili Darmono (almarhum) pemilik obyek rumah di Jalan. Kutisari Indah Utara VI no.41 Surabaya, mengatakan, tidak pernah menjual ke Devi Chrisnawati maupun Alfian Goenadibrata. Apalagi melakukan perikatan jual-beli di Notaris Devi Chrisnawati.

Diujung persidangan, terdakwa beralibi bahwa perikatan jual beli lantaran, rumah sudah dijual pemiliknya maka dibuat AJB.
Alibi terdakwa, membuat AJB Darmono dari kredit macet.

Usai persidangan, Alfian Goenadibrata yang sengaja mengikuti jalannya persidangan, saat ditemui, mengatakan, saya korban dan atas perbuatan terdakwa berdampak dirinya merugi sebesar 2,7 Milyard.

Sebagaimana diketahui, dalam layanan SIPP Pengadilan Negeri Surabaya, terdakwa membuat Akta Jual Beli dengan Pihak penjual atas Jual Beli Obyek Tanah dan bangunan Gudang beralamat di Kebomas Blok F-23 Gresik, sekaligus meminta Alfian Goenadibrata melakukan pembayaran sebesar 2 Milyard.

Sebulan berikutnya, Alfian Goenadibrata diminta datang menghadap Notaris Devi Chrisnawati guna melakukan AJB dengan obyek tanah dan bangunan di Jalan.Kutisari Indah Utara VI no.41 Surabaya,kemudian korban diminta melakukan pembayaran melalui transfer sebesar 700 Juta.

Pada bulan Mei 2020, Alfian Goenadibrata
mengecek Gudang Kebomas blok F-23 Gresik ternyata pihak penjual (PT. Kelola Niaga Makmur) tidak pernah menjual obyek tersebut selanjutnya, Alfian Goenadibrata juga mengecek obyek rumah di Jalan. Kutisari Indah Utara VI/41 Surabaya, ternyata pihak penjual (Darmono) sudah meninggal dunia dan obyek rumah sudah pernah dijual kepada pihak lain.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 266 ayat (1) KUHP. MET.

Continue Reading

Trending