Connect with us

Hukrim

PT.Diaz Indo Grosir Merasa Dirugikan 357 Ribu Seret Nicolas Vinshensius Lillung Ke Meja Hijau

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Perkara kerugian PT.Diaz Indo Grosir (DIG) sebesar 357 Ribu berbuntut ke ranah hukum membuat Nicolas Vinshensius Lillung ditetapkan sebagai terdakwa guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, dipersidangan Kamis (6/1/2022).

Mengacu kerugian PT.DIG sebesar 357 Ribu, Penasehat Hukum terdakwa, Surono, menyayangkan perkara kliennya hingga ke meja hijau.

Hal tersebut, diungkapkan Penasehat Hukum, Surono,usai melakukan pendampingan persidangan agenda bacaan dakwaan mengatakan, bahwa terdakwa sama sekali tidak berniat menggelapkan makanan kucing. Dia berbuat seperti itu karena disuruh kepala toko.

Makanan kucing itu juga tidak sempat dijualnya. Sayangnya, di kepolisian, terdakwa sempat berupaya untuk berdamai dengan bersedia mengganti kerugian sebesar 357 Ribu meski merasa tidak bersalah namun, toko tempatnya bekerja malah mengklaim uang pengganti kerugian sebesar 20 Juta.
” Pihak manager membuat hitungan uang pengganti kerugian sebesar 20 Juta yang harus dikembalikan terdakwa “, bebernya.

Masih menurut, Penasehat Hukum Surono,
barang belum dipindahtangankan dan masih berada di tempat sehingga, tidak tepat apabila terdakwa disangkakan melakukan penggelapan.

Dalam perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Deddy Arisandi, dalam bacaan dakwaan, mengatakan, bahwa makanan kucing yang diambil terdakwa diantaranya, 5 bungkus Bolt Cat Salmon Repack seharga 115 Ribu, 3 bungkus Bolt Cat Donat Repack seharga 66 Ribu dan 8 bungkus Bolt Cat bentuk ikan repack seharga 176 Ribu.
” Makanan kucing itu diambil dari gudang repack dan dimasukkan ke dalam karung
dengan maksud untuk dimiliki terdakwa tanpa sepengetahuan pemilik toko “, ucap JPU

Lebih lanjut, perbuatan terdakwa baru ketahuan saat admin toko dan manager toko menghitung stok persediaan barang. Dari penghitungan itu, diketahui, ada makanan kucing yang hilang.

Selanjutnya, admin toko memeriksa seluruh ruangan toko hingga akhirnya, ditemukan karung yang ditutupi oleh sampah plastik berisi 16 bungkus makanan kucing.

Saat seluruh karyawan toko dimintai keterangan terdakwa menerangkan, bahwa terdakwa menyembunyikan barang-barang tersebut dengan tujuan akan dijual sendiri secara manual apabila ada pemesan.

Masih menurut JPU, terdakwa rencananya akan menggunakan uang hasil penjualan makanan kucing untuk kebutuhan sehari-hari.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374, Juncto Pasal 53 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending