Connect with us

Hukrim

Dinilai Tidak Profesional Penasehat Hukum Ichsan Suadi Minta Kurator Pailit PT. CGA Diganti

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,Pengadilan Niaga Surabaya menggelar sidang lanjutan gugatan lain-lain antara Ichsan Suadi selaku, Penggugat terhadap kurator Nasrullah dan pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), M Achsin sebagai Tergugat pada Kamis (6/1/2022).

Dipersidangan, yang dihadiri debitur kepailitan PT.Citra Gading Asritama (CGA), Ichsan Suadi dan kurator Nasrullah ini, berisikan rapat pergantian kurator kepailitan serta permintaan pembatalan lelang aset PT. CGA kepada Hakim Pengawas kepailitan, I Ketut Tirta.

Rapat permohonan pergantian kurator dan pembatalan lelang, berlangsung panas dan penuh emosi dari pihak Ichsan Suadi dan kurator Nasrullah. Sempat juga terjadi pencabutan kuasa yang pernah diberikan Ichsan Suadi terhadap beberapa advokat sebelumnya.
” Sebagai Hakim Pengawas yang baru, kami hanya menerima usulan dari pihak debitur, Ichsan Suadi. Menampung sanggahan dari kurator Nasrullah untuk selanjutnya, usulan dan sanggahan tersebut akan kami teruskan kepada ombudsman “, ucap I Ketut Tirta.

Usai menerima keberatan dari pihak Penggugat yakni, Ichsan Suadi dan sanggahan dari pihak tergugat kurator Nasrullah. Hakim I Ketut Tirta selaku Hakim Pengawas menggantikan Hakim Pengawas sebelumnya, yakni, Anne Rosiane kala itu, memutuskan menunda persidangan hingga menunggu jawaban dari Ombudsman Republik Indonesia.

Usai persidangan, Penasehat Hukum Penggugat, O’od Chrisworo, menyampaikan alasannya, berupa, meminta pergantian kurator lantaran dianggap tidak profesional.
” Dia (kurator) sudah menjual semua aset dan hasil penjualannya, tidak diketahui kemana. Itu bukan uang dia, itu uang merupakan buddle pailit menurut dia. Dimana rekeningnya, kan harus dalam rekening penampungan qq PT “, katanya.

Tak hanya itu, O’od juga mempertanyakan terkait uang hasil dari lelang tersebut, mengingat aset yang dijadikan buddle pailit merupakan aset pribadi atas nama kliennya.

Yang perlu dipertanyakan, apakah uang itu sudah dibagikan. Aset yang dijual ini merupakan aset pribadi Ichsan Suadi yang dipaksa menjadi buddle apalagi BPD Jatim, keluar dari PKPU dan Kepailitan, tapi semua aset-aset BPD Jatim dijual tanpa sepengetahuan mereka.

Karena tidak profesional dan tidak mau membagikan uangnya, maka kita minta kurator diganti. Aset-aset itu dijual lalu dibagikan nggak masalah.

Sementara itu, Kurator Tergugat, Nasrullah menyatakan, menolak permintaan debitur, Ichsan Suadi, karena saham yang digadaikan 2019 di Bank BPD Kaltim telah dieksekusi oleh Bank BPD Kaltim.
” Sebetulnya Ichsan Suadi sudah tidak mempunyai legal standing lagi untuk membeli dan disebut sebagai pemegang saham. Jadi yang menjual adalah BPD Kaltim, dan Ichsan Suadi bisa minta konfirmasinya, kepada mereka “, bebernya.

Yang kedua soal aset pribadi, Nasrullah mengatakan, semua aset pribadi dalam posisi menjadi hak tanggungan yang dibebankan pada pihak ke tiga, baik Bank BPD Kaltim maupun di Bank penampung Pailit.
” Tidak ada satupun obyek atau sertifikat milik debitur yang ditangan kurator. Semuanya ada di Bank “, bebernya.

Lebih lanjut, Nasrullah, menyampaikan, di Bank Kaltim ada uang 120 Milyard dan itu silahkan dikonfirmasi ke Bank BPD Kaltim.
” Penjualan saham baru harus atas izin Hakim Pengawas. Semua penetapan atas penjualan, semua penetapan atas penggantian debitur dapat dilakukan melalui gugatan, bukan di mekanisme gugatan lain-lain atau melalui rapat seperti ini “, pungkasnya. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending