Connect with us

Hukrim

Jaksa Hadirkan Ahli Kenotariatan Sampaikan Pihak Yang Dirugikan Bisa Menempuh Upaya Hukum Pidana Atau Perdata

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Proses hukum lanjutan, bagi Benny Soewanda dan Irwan Tanaya bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (4/1/2022) beragendakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Zulfikar menghadirkan Ahli kenotariatan guna sampaikan keterangan.

Adapun, Ahli kenotariatan yakni, Dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair) Dr. Ghansham Anand.

Dipersidangan JPU membeberkan, terkait Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bahwa Richard Sutanto Komisaris PT. Hobi Abadi Internasional (HAI) diberhentikan lantaran, tidak kooperatif mengakibatkan Richard Sutanto merasa tidak pernah diberitahukan hasil RUPS dan dirugikan sehingga menempuh upaya hukum.

Dalam tanggapan Ahli yaitu, pemberhentian Komisaris, Richard Sutanto apakah sesuai prosedur ?. Dijelaskan Ahli, jika ada yang diberhentikan karena tidak sesuai dengan prosedur maka yang merasa dirugikan harus ajukan gugatan pembatalan atau kalau ternyata dalam isi akta ini tidak sesuai maupun membuat keterangan tidak benar maka tentu bisa berimplikasi ke delik pidana.
” Jika kedudukan itu tidak benar Ahli katakan, kalau dalam organ bertentangan dengan angaran dasar bisa ajukan gugatan.
Jika berkaitan dengan dugaan delik pidana akan diuji fakta-faktanya di persidangan “, paparnya.

Lebih lanjut, Ahli beberkan, dalam hal ini, pernyataan keputusan rapat berarti sudah ada RUPS maka tentu harus dituangkan akta otentik di notaris di bawah tangan.

Salah satu pihak yang merasa dirugikan bisa ajukan gugatan guna di uji namun, dalam proses RUPS termuat keterangan tidak benar tentu ini bisa dilakukan upaya pidana.

Menurut Ahli, tidak ada keharusan ajukan gugatan keperdataan terlebih dahulu atau sebaliknya dan bisa diajukan secara bersama sama serta tidak ada keharusan yang mengatur itu.
” Jika salah satu pihak dirugikan, bisa menempuh secara perdata dan pidananya tidak gugur. Pihak yang merasa dirugikan bebas memilih melakukan upaya perdata atau pidana atau berbarengan (perdata dan pidana) “, ucapnya.

Untuk diketahui, dalam perkara yang membelit PT.HAI membuat para susunan struktur perseroan berseteru.

Upaya pemberhentian Komisaris melalui, RUPS justru membuat Benny Soewanda dan Irwan Tanaya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa karena Richard Sutanto merasa dirugikan.

Mengutip, ungkapan, Rossi Chandra dipersidangan sebelumnya, terungkap fakta lainnya yaitu, hasil operasional toko di Supermall milik PT.HAI sejak hari Senin, Rabu dan Jumat disetor ke rekening PT.HAI. Sedangkan, sisanya hasil operasional disetor ke rekening atas nama Bashori.

Ungkapan,Rossi Chandra,hasil operasional toko di Supermall Surabaya, milik PT.HAI menggunakan, dua rekening yang berbeda diduga secara tidak langsung, adanya PT.HAI menghindari pajak terhadap negara. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending