Connect with us

Hukrim

Keterangan Kacab Bank MNC Dengan Teller Dan Marketing Saling Bertolak Belakang

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan agenda mendengar keterangan para saksi dalam perkara yang melibatkan Marketing Funding Bank MNC Cabang Jemursari Surabaya, Anisa Farida Yuniarti (AFY) atas sangkaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 49 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan bergulir diruang Sari II Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (30/12/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rakhmawati Utami, tampak menghadirkan Kacab Bank MNC, Teller dan Marketing guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Adapun, keterangan Kacab Bank MNC dengan Teller maupun Marketing dipersiapkan saling bertolak belakang.

Selain itu, atas keterangan Kacab Bank MNC, Majelis Hakim menanggapi bahwa tidak logis marketing antar buku ke nasabah saat pembukaan buku. Namun, Kacab Bank MNC mengatakan diperbolehkan.

Majelis Hakim kian pertegas keterangan Kacab Bank MNC, bahwa di awal nasabah harus datang sedangkan keterangan yang lain nasabah boleh tidak datang.

Alhasil, Kacab Bank MNC, menyampaikan meralat keterangan terkait, Standar Operasional (SOP).

Hal lainnya, disampaikan Kacab Bank MNC, bahwa setelah ada pemeriksaan audit internal Bank prosedur pembukuan dirinya tidak tahu hasilnya.
” Saya tidak tahu hasilnya setelah pemeriksaan internal Yang Mulia “, ucapnya.

Dalam hal tersebut, Kacab Bank MNC tidak mengetahui hasil pemeriksaan audit internal memantik salah satu anggota Majelis Hakim menyebut, diindikasikan Kacab Bank MNC ikut terlibat.
” Saksi diindikasikan ikut terlibat dalam perkara ini. Masak Kacab tidak tahu hasil pemeriksaan audit internal “, papar anggota Majelis Hakim.

Secara terpisah, Penasehat Hukum AFY (terdakwa), yakni, Surono, mengatakan, keterangan Kacab, Teller dan Marketing saling bertolak belakang.

Atas keterangan para saksi yang bertolak belakang khususnya, keterangan Kacab Bank MNC terkait SOP kewajiban dan tugas pokok dan fungsi dari Marketing yang menyatakan, ada yang boleh sedangkan, keterangan lainnya tidak boleh serta Kacab Bank MNC juga meralat kembali keterangannya.
” Cukup jelas keterangan Kacab Bank MNC dipersidangan tidak bisa digunakan sebagai pembuktian karena bertolak belakang dan berubah-rubah “, ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait anggota Majelis Hakim yang sempat menyebut, Kacab Bank MNC diindikasikan terlibat dalam perkara ini, disampaikan, bahwa hal diatas, adalah dugaan dalam artian pihaknya tidak bisa menyimpulkan namun, tidak menutup kemungkinan hal diatas bisa saja terjadi.
” Hal tersebut, bahwa perkara ini dilakukan tidak hanya satu orang atau secara sistematis dan rapi “, pungkasnya. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending