Connect with us

Hukrim

Pelaku Pembunuhan Di Pasar Kapasan Jalani Proses Hukum

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang dugaan keterlibatan Choirul Rofik (terdakwa) atas perkara pembunuhan di pasar Kapasan, bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (22/12/2021).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Ahmad Muzakki, bacakan dakwaannya, berupa, bahwa terdakwa disangkakan telah melakukan pengeroyokan bersama Mochammad Malik yang statusnya, telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap H.Slamet Mahmud hingga tewas.

Lebih lanjut, ikhwal perkara ini terjadi sekira pukul 10.15 WIB, bahwa terdakwa dituduh oleh, H.Slamet Mahmud (korban) memanggil dengan siulan kepada seseorang namun, terdakwa tidak merasa menyiuli orang lain tersebut.

Meski, terdakwa beri penjelasan, tapi korban tetap menuduh terdakwa yang melakukan. Kemudian terdakwa dipanggil korban lalu terdakwa dipukul dengan gagang sapu yang mengenai bibir atas hingga berdarah.

Selanjutnya, terdakwa langsung pulang dan menceritakan kejadian terhadap Mochammad Malik.

Mendengar aduan terdakwa, Malik mendatangi toko korban untuk meminta penjelasan permasalahan dan meminta maaf jika ada kesalahan terhadap diri terdakwa. Sayangnya, maksud baik tersebut, ditanggapi korban dengan langsung mengeluarkan pisau yang diarahkan ke terdakwa secara spontan serangan bisa ditangkis hingga terjadilah perkelahian.

Masih menurut JPU, dalam perkelahian terdakwa dibantu M.Malik yang juga mengayunkan senjata tajam hingga korban terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat namun, nyawanya tidak tertolong.

Mengetahui hal tersebut, M.Malik melarikan diri dan ditetapkan sebagai DPO.

Atas perbuatan terdakwa secara bersama sama oleh, JPU dianggap telah melanggar sebagaimana yang diatur dalam pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP.       MET.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending