Connect with us

Hukrim

Gegara Pesan Mainan Lauw Darmawan Diseret Ke Meja Hijau

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Lauw Darmawan Lesman (terdakwa) pengelola toko mainan AJA Toys diseret ke meja hijau gegara tak membayar usai pesan mainan seharga 400 Juta. Terdakwa dalam proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (22/12/2021), oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Putu Sudarsana, disangkakan telah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP.

Dipersidangan, JPU hadirkan Hardy Pangdan guna sampaikan keterangan sebagai saksi. Adapun, keterangan yang disampaikan Hardy Pangdan yakni, bahwa kenal dengan terdakwa dikenalkan oleh, Andre pada medio 2010 silam.

Terdakwa selaku, pengelola toko main AJA Toys di.Jalan.Cut Mutia No. 14, Bekasi Jabar, kemudian, pada medio Mei 2017 yang lalu, terdakwa akan membeli mainan anak untuk dijual lagi di tokonya dengan pembayaran berjangka selama 90 hari setelah barang diterima.
” Total mainan yang dipesan terdakwa sebesar 521 Juta, dan terdakwa sudah ada membayar pada nota ke I namun, pada nota berikutnya, terdakwa tidak melakukan pembayaran sama sekali sebesar 400 Juta “, ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya berupaya menghubungi
terdakwa hingga mendatangi tokonya ternyata, sudah pindah.

Akhirnya, terdakwa dilaporkan ke pihak berwajib pada tahun 2019.
” Terdakwa sudah menjual tokonya kemudian saya melaporkan ke Polisi “, imbuhnya.

Usai saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim, Suparno, memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dalam tanggapan, terdakwa mengamini keterangan saksi.
” Ya benar, Yang Mulia. Dalam perjanjian sebenarnya, bukan 400 Juta melainkan 380 Juta “, ungkapnya.

Majelis Hakim, mempertegas, apakah terdakwa pernah mencicil yang 18 Juta ?
Terdakwa menimpali berupa, tidak Yang Mulia.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending