Connect with us

Hukrim

9 Ahli Waris Soeparman Keok Atas Dibatalkannya Sertifikat 1161 Oleh PTUN

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Obyek lahan yang terletak di Jalan.Bogangin III A no.56 Surabaya, yang sebelumnya, diklaim milik 9 ahli waris Soeparman kini, telah pudar lantaran, melalui putusan Pengadilan Negeri Surabaya, nomor 228/Pdt.G/2020/PN.Sby, yang menyatakan, gugatan Penggugat kabur oleh karenanya di nyatakan tidak dapat diterima.

Selain menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima, Majelis Hakim, Johanis Hehamony, juga menghukum Penggugat (9 ahli waris Soeparman) dan membayar biaya perkara sebesar 921 Ribu, pada Rabu (29/9/2020).

Lebih lanjut, tak puas atas putusan Pengadilan Negeri Surabaya, tampak 9 ahli waris Soeparman melakukan upaya hukum banding ke tingkat Pengadilan Tinggi Surabaya.

Sebagaimana diketahui, dalam putusan Pengadilan Tinggi pada perkara gugatan perdata nomor 228/Pdt.G/2020/PN.Sby, melalui Majelis Hakim Tinggi, Winaryo, yang menyatakan, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya yang dimohonkan pembanding (9 ahli waris Soeparman).

Selain menyatakan, menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya, Majelis Hakim Tinggi, Winaryo, juga menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam kedua tingkat Pengadilan sedang ditingkat Pengadilan banding ditetapkan sebesar 150 Ribu, pada Senin (25/1/2021).

Yang lebih mengejutkan, Indah Sunarsih istri dari pada Yudi Hasan menyikapi hal ini, dengan langsung Menggugat kepada 9 ahli waris Soeparman Sumardi, Soemarno, Wakini Setowati, Umi Wahyuni, Sunartono, Wiwik Hariati, Sulistiyani, Agus Santoso dan Imam Subekti dan BPN Surabaya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)  Surabaya.

Perihal, keabsahan sertifikat yang selama ini, dijadikan sebagai bukti bagi 9 ahli waris Soeparman untuk mengklaim obyek lahan di Jalan.Bogangin III A no.56 Surabaya, itu miliknya, malah pupus tanpa harapan tatkala gugatan yang diajukan ke PTUN oleh Indah Sunarsih menjatuhkan putusan, yakni, menyatakan batal sertifikat hak milik nomor 1161 Kelurahan Kedurus tanggal 23 September 1996, surat ukur 20 September 1996 nomor : 01.06.0515 dengan luas 371 meter persegi atas nama Soeparman dan mencoret dari Daftar Isian yang ada pada Kantor Pertanahan Kota Surabaya 1.

Selain, menyatakan batal sertifikat hak milik nomor 1161 atas nama Soeparman, Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara, Fajar Wahyu Jatmiko, menghukum tergugat (9 ahli waris Soeparman) dan tergugat II intervensi untuk membayar biaya perkara sebesar 3,4 Juta secara tanggung renteng.

Perkara a quo, terhadap bukti-bukti surat dan keterangan-keterangan yang tidak relevan maka Majelis Hakim PTUN mengadili, menolak eksepsi (9 ahli waris Soeparman) dan tergugat II Intervensi untuk seluruhnya. Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan penggugat (Yudi Hasan dan Indah Sunarsih) untuk seluruhnya.

Lagi-lagi, upaya hukum lain, dilakukan 9 ahli waris Soeparman hingga ke tingkat Kasasi justru tidak membuahkan hasil. Melalui, Majelis Hakim Agung, Irfan Fachrudin, yang menyatakan, menolak permohonan Kasasi 9 ahli waris Soeparman.

Selain menolak Kasasi , Majelis Hakim Agung, juga menghukum para pemohon Kasasi untuk membayar biaya perkara pada tingkat Kasasi sebesar 500 Ribu, pada Kamis (29/7/2021).    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Imam Safi’i Bin Amin Jual Ineks Di Cafe Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya, Diadili

Published

on

Basudewa – Surabaya, Imam Safi’i layani transaksi yang sengaja dilakukan pihak berwajib secara Under Cover berbuah ke meja hijau.

Proses hukum bagi Imam Safi’i yang ditetapkan sebagai terdakwa guna jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Kamis (11/8/2022).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, dalam bacaan dakwaannya, mengatakan, terdakwa telah menawarkan pil ineks warna biru, terhadap pihak berwajib yang menyamar guna melakukan Under Cover.

Transaksi dilakukan terdakwa tepatnya, di pub Phoenix Jalan.Kenjwran Surabaya. Akibat dari perbuatannya, JPU, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1) atau 112 ayat (1) Undang Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Sesi selanjutnya, JPU menghadirkan 2 orang saksi dari Kepolisian yang melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

Adapun, ke-dua saksi diantaranya, yakni, Dedy Aprilianto dan Wisesa.

Dalam keterangannya, Dedy, mengatakan, terdakwa ditangkap atas penyalahgunaan ekstasi, pada minggu (20/3/2022), sekira pukul : 02.00 dini hari, di klub Phoenix, Jalan. Kenjeran Surabaya.

Dari penangkapan, ditemukan 2 butir ineks dalam tas terdakwa. Selanjutnya, dilakukan pengembangan ditemukan Barang Bukti BB pil ineks sebanyak 18 butir.

Masih menurut saksi, dari pengakuan terdakwa pil ineks didapat dari Bombay yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, saksi menjelaskan, ineks sudah diedarkan oleh terdakwa. Dari peredaran ineks tersebut, terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya, yang dihargai sebesar 450 Ribu.

Terdakwa ditangkap, lantaran, setelah melakukan transaksi peredaran ineks dengan petugas.

Melalui agenda pemeriksaan, terdakwa mengaku, jika mengedarkan ineks diluar klub Phoenix Jalan Kenjeran Surabaya.

Pengakuan terdakwa lainnya, tiap transaksi terdakwa mendapatkan keuntungan sebesar 50 Ribu tiap butirnya.    TIM.

 

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending