Connect with us

Daerah

Reses Pertama Tahun Ke-3 Janses Simbolon Tegaskan Tidak Mau Kecolongan Lagi

Published

on

Medan-basudewanews.com, Dalam Reses Sidang I (Pertama) Tahun ke III ini, Janses Simbolon, menampung seluruh aspirasi warga yang berpenduduk di Kecamatan Medan Labuhan. Salah satu keluhan terbesar warga Medan Labuhan yaitu, belum teratasinya genangan banjir bila musim penghujan dan juga lampu penerang jalan atau penerangan jalan umum (PJU).

Anggota DPRD Medan, Janses Simbolon,  menilai kinerja Pemkot Medan sangat lamban dalam mengakomodir permasalahan warga.
Ia pun, meminta maaf kepada warga dikarenakan aspirasi yang disampaikan warga kepadanya belum ada tindak lanjut dari Pemkot Medan.
” Kali ini, kita tidak mau kecolongan lagi dan akan memperjuangkan keluhan warga agar bisa ditampung Pemkot Medan “, ujar Janses, dihadapan 500 warga yang hadir dalam acara reses tersebut, yang digelar di Vihara Panca Darma Jalan.KL Yossudarso Aloha Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.

Janses Simbolon, menilai kinerja Pemkot Medan sangat lamban dalam mengakomodir peristiwa musibah yang menyengsarakan warga seperti halnya, mengatasi persoalan banjir yang bertahun-tahun menghantui warga Medan Labuhan.

Salah satu, warga yang bernama S. Simanjuntak, mengatakan, Jalan yang setiap hari kami lalui dan rumah kami sering digenangi air banjir sertq air drainase (parit) meluap keluar .
“ Kami memohon kepada pak Janses Simbolon supaya jalan tersebut, kedepan tidak lagi digenangi air banjir dan juga parit disetiap lingkungan dibenahi “, pintanya.

Menanggapi keluhan warga yang hadir dalam Reses dan perihal Lingkungan VIII Komplek Yuka yang sering jadi langganan banjir. Janses, mengatakan, akan berupaya agar ada prioritas untuk mengatasi masalah banjir di Medan Labuhan, dan parit supaya dibenahi ulang maupun dilakukan pengorekan rutin.

Janses, berharap agar warga mendukung program Pemkot Medan, perihal, kebersihan dengan cara agar warga tidak membuang sampah sembarangan tetapi membuang sampah pada tempat yang telah tersedia.

Beberapa warga juga mengeluhkan tentang pelayanan kesehatan, banyak warga yang belum menjadi peserta BPJS Kesehatan gratis. Warga menyampaikan sangat membutuhkan BPJS Kesehatan gratis apalagi disaat kondisi ekonomi sulit sekarang ini karena dampak dari pandemi Covid19.

Dari sekian warga, Anggiat Simbolon juga mengutarakan kekesalannya, atas hasil pengerjaan proyek Jalan Bakti ABRI, karena jalan yang baru selesai pengerjaanya tersebut sudah banyak ditemui keretakan.

Melalui Reses Tahap III ini, saya dapat menampung segala aspirasi – aspirasi warga yang akan saya bawa ke lingkup DPRD Kota Medan untuk bahan pambahasan dan kemudian akan disampaikan ke Pemkot Medan melalui, Rapat Paripurna dan akan ditindak lanjuti guna percepatan realisasi.

Diakhir pertemuan dengan warga, Janses Simbolon, memberikan bantuan beras sebanyak 750 Karung Beras dan juga berupa bingkisan.

Dalam kegiatan tersebut, tampak turut hadir Camat Medan Labuhan, Indra Utama Hutagalung, yang juga menyampaikan, ucapan terima kasih atas aspirasi yang telah disampaikan oleh warganya dan memohon agar warga bersabar dan menunggu tindak-lanjut keluhan warga yang telah disampaikan langsung kepada Anggota DPRD Kota Medan Janses Simbolon.    Binsar P

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Kabarkan Undang Undang Nomor 12 Tahun 2022 Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Guna Percepatan

Published

on

Dua Sesi Agenda Digelar Di Kecamatan Sumber Pucung Dan Kecamatan Dau Malang

Basudewa – Surabaya, Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, melakukan percepatan dengan kabarkan atau sosialisasi terkait, Undang Undang nomor 12 tahun 2022.

Sosialisasi tersebut, guna meminimalisir terjadinya, tindak pidana kekerasan seksual khususnya, bagi masyarakat yang berada di kawasan Kecamatan Sumber Pucung dan Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Upaya percepatan yang dilakukan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak justru berjalan seimbang berupa, banyaknya, peminat dari masyarakat maupun para Camat se-Kabupaten Malang.

Hal diatas, berdasarkan data yang berhasil dihimpun, dilapangan, animo masih merebak meluas berupa, beberapa Camat dilain daerah yang berupaya mengajukan guna sosialisasi Undang Undang nomor 12 tahun 2022, agar percepatan dilaksanakan didaerahnya.

Melalui pantauan dilapangan, sosialisasi yang dilaksanakan, di Kecamatan Sumber Pucung, tampak diikuti oleh, tokoh tokoh lintas Agama (Islam, Kristen), Ormas dan tokoh masyarakat serta pelaku usaha karaoke dan melibatkan, karang taruna serta Muspika Kecamatan Sumber Pucung Camat, Neng, Danramil, Kapten Sutikno, Kapolsek, AKP.Rahmat.

Sementara, dalam sambutan secara tertulis Dinas Perempuan dan Perlindungan Anak yakni, Arbani, yang dibacakan oleh, Kabid TPSK, Achmad Yani, mengatakan, bahwa negara hadir untuk memberikan perlindungan bagi korban.

Adapun , perlindungan yang diberikan negara diantaranya, pendampingan hukum, Restitusi, Rehabilitasi dan Pendampingan terhadap kekerasan seksual, Ekplorasi, serta pendamping psikologi kepada ibu dan anak korban yang terdapat dalam Undang Undang ini.

Harapannya, percepatan di Kecamatan Sumber Pucung diharapkan, sudah tidak ada lagi kekerasan seksual terhadap ibu dan anak.

” Dalam artian, wilayah Sumber Pucung bebas dari paksaan seksual dan tindakan cabul terhadap anak, kekerasan seksual anak maupun perdagangan seksual ,” ucap Yani.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Malang, juga menyampaikan, ucapan terima kasih terhadap nara sumber yaitu, Agus Salim Ghozali,A.M.pdi,SJ.M.H.C.P.L.C.M.L.C.Medis Law.

Dikesempatan lain, Camat Sumber Pucung Neng, menyatakan, betapa penting sosialisasi Undang Undang nomor 12 Tahun 2022, tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang di prakarsai oleh, Dinas PPA.

Lebih lanjut, khususnya, di Kecamatan Sumber Pucung, memang sering terjadi sehingga dengan adanya, sosialisasi ini dan kebetulan nara sumbernya, dari seorang advokat yang sekaligus juga Direktur LBH LK-3M, yang sudah tidak asing lagi.

Masih menurutnya, dirinya, sudah mengenal nara sumber sejak 15 tahun yang lalu sebagai teman.

” Agus Salim Ghozali, sudah sangat familiar namanya, dalam kalangan praktisi hukum di Malang Raya dan saya sudah berteman lama ,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan kehadiran para tokoh masyarakat, guru, muslimat juga para tokoh lintas agama pasca sosialisasi semuanya mendapatkan ilmu hukum terkait, kekerasan seksual.

Setidaknya, para peserta bisa menyimak betul materi yang di sampaikan oleh nara sumber.

Ia mengingatkan, jika ada kejadian kekerasan seksual tersebut, maka pihak korban bisa untuk berkoordinasi dengan pihak satgas PPA di Kecamatan setempat, Polsek, PPA Kabupaten Malang atau ke LBH LK-3M.

Beberapa lembaga diatas, diharapkan, pelaku kekerasan seksual tidak terjadi. Apalagi sampai main hakim sendiri.

Camat Sumber Pucung, mengapresiasi Dinas PPA Kabupaten Malang yang telah memberikan kontribusi sosialisasi terkait Undang Undang Tindak pidana Kekerasan Seksual.

Apalagi dengan mengandeng nara sumber Agus Salim Ghozali yang sudah dikenal sebagai praktisi hukum dan direktur LBH LK-3M yang juga Ketua Forum Bantuan Hukum Jawa Timur.

Sehingga, para peserta atau masyarakat sekitar bisa bertanya terkait hukum kepada beliau.

Pada sesi berikutnya, nara sumber, Agus Salim Ghozali ,A.M.Pdi,SH M.H.C.P. L,C.M.L.C.Medis Law, tatkala memberikan materi terkait Undang Undang tersebut, tanpa disadari justru para peserta lebih banyak dibuat tertawa tawa lantaran, kerap kali penyampaian diselingi nada humor.

Sentuhan atau lenturan lenturan yang disampaikan, nara sumber malah memicu para peserta meminta agar bisa segera ditindaklanjuti ke Desa Desa dengan mengundang narasumber dari LBH LK-3M yang terakreditasi B dari Kemenkum HAM RI. Sehingga, bisa menggelar percepatan sosialisasi dengan memakai anggaran dana Anggaran Dana Desa (ADD) atau Dana Desa dimungkinkan memakai ADD lantaran, nara sumbernya dari LBH yang terakreditasi.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending