Connect with us

Hukrim

Serikat SARBUMUSI Unjuk Rasa Terkait Pra-peradilan PT.APP Di Pengadilan Negeri Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Serikat buruh SARBUMUSI salurkan aspirasi di depan Pengadilan Negeri Surabaya, Jumat (17/12/2021), terkait adanya pra-peradilan yang diajukan PT.Aneka Pratama Plastindo (APP) setelah Bos PT.APP ditetapkan sebagai tersangka oleh, Penyidik PPNS Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jatim.

Dalam aksi tampak beberapa poster terpajang diantaranya, Union Busting atau penghapusan serikat buruh, buruh menolak Pra Peradilan PT.APP, tegakkan supremasi hukum.

Sementara, Korlap SARBUMUSI, Yani, saat ditemui, basudewanews.com, menyampaikan, orasi berupa, selain menyampaikan aspirasi juga memberikan support kepada Pengadilan Negeri Surabaya, khususnya, Pra-peradilan atas penetapan tersangka pemilik PT.APP.

Berbagai Poster Mewarnai Unjuk Rasa Serikat Sarbumusi Jumat (17/12/2021) Di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dimana sebulan yang lalu, pemilik PT.APP ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik PPNS Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jatim, atas dugaan pemberangusan atau penghapusan serikat buruh alias Union Busting.

Hal tersebut, terjadi di perusahaan PT.APP dan saat sampaikan aspirasi di Pengadilan Negeri Surabaya, juga dihadiri beberapa wajah yang menjadi korban gegara berserikat.

Masih menurutnya, lantaran berserikat beberapa wajah telah diberhentikan secara sepihak oleh, PT.APP.
” Beberapa wajah yang menjadi korban Union Busting. Wajah-wajah mereka,adalah para buruh yang sedikit diantara negeri ini  namun, berani menyampaikan suara suara perlawanan karena tidak sedikit hanya dengan uang mereka selesai dengan perkara tersebut “, uncapnya dalam orasi.

Secara terpisah, Korlap SARBUMUSI, Yani, saat ditemui, basudewanews.com, mengatakan, sebenarnya, upaya kita aksi turun jalan suarakan aspirasi juga memberikan support terhadap Pengadilan Negeri Surabaya, karena ada proses upaya hukum Pra-peradilan yang diajukan oleh, PT.APP.

Lebih lanjut, atas adanya perbuatan pengahpusan serikat atau Union Busting bahwa penyidik PPNS Disnaker Provinsi Jatim, telah menetapkan pemilik PT.APP sebagai tersangka.

Sebulan yang lalu, penetapan sebagai tersangka pemilik PT.APP maka pemilik PT.APP melakukan upaya hukum Pra-peradilan di Pengadilan Negeri Surabaya.

Saya meyakini, upaya Pra-peradilan bahwa keyakinannya upaya Pra-peradilan ini penetapan tersangka pihak penyidik PPNS Disnaker Provinsi Jatim, memakan waktu sekitar 2 tahun.

Hal lainnya, sanksi dari penetapan tersangka yaitu, sesuai pasal 28 Juncto pasal 43 Undang Undang tahun 2000 ancaman pidana 5 tahun dan denda 100 hingga 500 Juta.

Melalui, Pengadilan Negeri Surabaya, pihaknya, rekan-rekan SARBUMUSI berharap, Majelis Hakim untuk lebih obyektif karena patut diduga Penasehat Hukum dari PT.APP adalah mantan pegawai Pengadilan Negeri Surabaya (eks panitera di PHI).

Yani mengungkapkan, dampak dari Pra-peradilan yang diajukan pemilik PT.APP
bila dikabulkan akan menambah penderitaan
para buruh. Sehingga hak-hak buruh akan sulit terealisasi.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending