Connect with us

Hukrim

Satpol PP Setahun Gunakan Sabu Diamankan Polrestabes Surabaya

Published

on

Surabaya- Basudewanews.com, Rudi Dwi Herwanto (RDH) mencoreng kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Wonokromo, Surabaya. Pasalnya, RDH sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang seharusnya memberi contoh yang baik justru sebaliknya memakai sabu.

Penyalahgunaan narkotika berbahaya yang dilakukan RDH sejak 2021. Hal tersebut, disampaikan, oleh Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, Daniel Marunduri.
” Sejak 2021, saat ini masih kita dalami kasusnya “, tutur Daniel saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (17/12/2021).

Disampaikan, Daniel, bahwa RDH diamankan oleh petugas saat berada di rumahnya di Jalan Ketintang Baru Surabaya.
” Diamankan pada Rabu (24/12/2021) sekira 08.00 di rumahnya “, ucapnya.

Dari penangkapan tersebut, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa
satu poket dengan berat 0,19 gram.

Selain itu, ditemukan pula satu pipet kaca yang didalamnya, masih ada sisa sabu seberat lebih kurang 1.45 gram beserta pipetnya, satu pipet kaca kosong 2 sekrop plastik, 1 bendel plastik bekas sabu, 2 seperangkat alat hisap dan 2 korek api.

Masih menurut Daniel, dari pengakuan tersangka sabu tersebut, diperoleh dengan cara membeli seharga 300 ribu.
” Tersangka membeli sabu tersebut dari MC (DPO) di Jalan Kunti “, jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku mengkonsumsi barang haram tersebut selama satu tahun.
” Pengakuan tersangka masih kita dalami “, tandas Daniel.

Atas perbuatannya tersangka dijerat sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending