Connect with us

Daerah

FKPPAI Jatim Bersama SAR Membantu Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia (FKPPAI) Jawa Timur, bersama Badan Pencarian dan Pertolongan (Barsanas) Surabaya, langsung turun ke lokasi bencana Erupsi Semeru dengan melakukan kegiatan bakti sosial di salah satu Posko pengungsian di daerah Desa SMP Negeri 1 Candipuro Kabupaten Lumajang.Jumat (17/12/2021).

FKPPAI Jawa Timur, melakukan evakuasi warga yang akan diungsikan di tempat pengungsian dibantu  SAR Rescue untuk pencarian korban dari awal kejadian hari Sabtu 4 Desember 2021 hingga tanggal 16 Desember 2021.

Team FKPPI Saat Dilapangan Melakukan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru

Koordinator team sekaligus Ketua FKPPPAI Jatim, Yoerry P. Noviantoro, mengatakan, bahwa kegiatan peduli erupsi Gunung Semeru merupakan kolaborasi dari FKPPI Pusat, FKPPI Jawa Barat, FKPPAI Jawa Tengah dan FKPPI Daerah Istimewa Yogjakarta.

Donasi yang terkumpul dari patungan para anggota serta para Donatur langsung diberikan dan diterima oleh, koordinator pengungsi yang berada di SMP N Candipuro kabupaten Lumajang.
” Kami tidak hanya memberikan bantuan kepada warga terdampak Erupsi Gunung Semeru di Posko pengungsian namun juga turun di lapangan setelah terjadi Erupsi dengan membantu evakuasi warga ke Posko pengungsian bersama Barsanas Surabaya, BPBD Provinsi Jawa Timur,TNI,Polri ,Team Trenggana Pol PP Jawa Timur dan para Relawan lainnya “, ucapnya.

kami juga turun di lapangan, setelah terjadinya erupsi di hari pertama awal tersebut hingga membantu evakuasi ke posko pengungsian bersama BASARNAS SURABAYA, BPBD Provinsi Jawa timur, TNI, Polisi, Team TRENGGANA Pol PP JawaTinur dan rekan2 relawan lainnya.

Ia menambahkan, bahwa saat penugasan di lapangan,Team selalu turun di lapangan dari SRU 1 Diwilayah curah kobokan, SRU 3 di wilayah kampung Renteng dan Posko lainnya untuk diperbantukan pengamanan dan peringatan kepada warga luar yang datang ke lokasi untuk berfoto-foto atau Selfie dikarenakan wilayah tersebut, masih dalam status zona merah dan dianggap rawan.
” Ini bukan tempat Pariwisata dan ini kejadian kebencanaan Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan rasa kedukaan yang kita rasakan semua “, imbuhnya.

Untuk diketahui, pada hari terakhir FKPPI Jawa Timur, bersama SAR pencarian korban Erupsi Gunung Semeru susulan serta adanya banjir besar dan memberikan himbauan kepada masyarakat serta membantu untuk evakuasi di wilayah terdampak hingga dirasa aman.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Putusan Pengadilan Kasus Pembunuhan Berakhir Ricuh

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Sidang agenda bacaan putusan kasus pembunuhan terhadap Ari Binar di Pengadilan Negeri Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, berakhir ricuh.

Kericuhan timbul lantaran, keluarga korban melampiaskan emosi kepada Sang Pengadil yang menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Korneles Pulamajen alias Nus selama 15 tahun penjara.

Juru bicara Pengadilan Negeri Dobo, Herdian Eka Putramanto kepada awak media mengatakan, kericuhan itu terjadi usai sidang sekitar pukul 13.10 WIT siang tadi, Rabu (23/11-2022)

” Kericuhan dipicu lantaran pihak keluarga tidak puas atau tidak terima atas bacaan putusan Sang Pengadil, terhadap terdakwa. Putusan 15 tahun penjara tidak sesuai dengan tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 17 tahun ,” ungkapnya.

Padahal, terhadap amar putusan tersebut, Sang Pengadil telah menyampaikan, hak terdakwa maupun JPU terhadap putusan yang telah dibacakan. Apabila pihak terdakwa maupun JPU sependapat dengan putusan tersebut, maka dapat menerima namun apabila tidak sempendapat dapat melakukan upaya hukum berupa banding, kasasi maupun PK ,” ujarnya.

Atas putusan tersebut, pihak JPU menyatakan, sikap pikir-pikir. Sedangkan, terdakwa menyatakan menerima.

Lebih lanjut, akibat kejadian ini, pintu ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pengadilan Negeri Dobo bagian kiri pecah terkena lemparan batu dari dari salah satu oknum keluarga korban.

” Perlu kami sampaikan kepada masyarakat terkait segala bentuk ketidakpuasan terhadap hasil Sang Pengadil bukan semata – mata merupakan langkah terakhir namun, masih adanya upaya hukum yang dapat ditempuh bagi para pihak yang merasa tidak puas dengan putusan Sang Pengadil ,” paparnya.     Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending